IMF: RI Perlu Naikkan Suku Bunga

IMF: RI Perlu Naikkan Suku Bunga

- detikFinance
Kamis, 23 Feb 2006 10:51 WIB
Jakarta - Pengurangan inflasi harus menjadi prioritas utama dari Bank Indonesia (BI). Dan jika inflasi tak kunjung menunjukkan tanda-tanda perbaikan, maka BI harus siap untuk menaikkan kembali tingkat suku bunga."BI harus siap untuk menaikkan tingkat suku bunga dalam beberapa bulan ke depan jika inflasi tak kunjung menunjukkan tanda-tanda penurunan," demikian pernyataan IMF tentang review-nya terhadap Indonesia seperti dikutip dari situs resminya, Kamis (23/2/2006).IMF sepakat dengan langkah BI untuk menerapkan kebijakan moneter ketat untuk mengendalikan tingginya laju inflasi. IMF juga menekankan perlunya komunikasi yang jelas dari otoritas moneter kepada publik dalam rangka mengefektifkan kebijakan moneternya dan meningkatkan kredibilitas kebijakan.Meski akhir tahun lalu pemerintah berhasil meredam gejolak di pasar finansial, namun IMF menilai indikator makro ekonomi dan prospek dalam jangka pendek masih melemah.IMF memandang, sejumlah masalah yang tidak bisa dihindari dalam jangka pendek seperti kenaikan harga BBM, tingginya suku bunga terhadap daya beli dan biaya produksi, akan membatasi pertumbuhan ekonomi Indonesia selama semester I-2006.IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 4,5 persen selama kuartal I-2006, atau melemah dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5,3 persen.Sektor perbankan juga tak luput dari perhatian IMF. Lembaga yang pernah mengaku salah memberi resep kepada Indonesia ini menilai, rentannya sektor perbankan perlu diperhatikan, terutama untuk bank-bank BUMN. "Hal itu berkaitan dengan risiko tingginya suku bunga dan melemahnya perekonomian," demikian IMF.IMF mencatat perlu pemberian kredit dan manajemen dari bank-bank BUMN perlu diperkuat pengawasannya.Dalam akhir katanya, IMF sepakat, di tengah melemahnya aktivitas ekonomi, prospek perekonomian Indonesia masih kuat dalam jangka menengah. Namun syaratnya, semua pembuat kebijakan harus konsisten menerapkan kebijakannya agar tercipta stabilitas makro ekonomi.Selain itu perlu menegakkan reformasi struktural yang diperlukan untuk menarik investasi, serta meningkatkan pertumbuhan dan mengurangi angka pengangguran. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads