Nah Lho! Vietnam Ingatkan Warganya Bahaya Investasi Kripto

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 05 Mar 2021 10:41 WIB
LONDON, ENGLAND - APRIL 25: In this photo illustration of the litecoin, ripple and ethereum cryptocurrency altcoins sit arranged for a photograph beside a smartphone displaying the current price chart for ethereum on April 25, 2018 in London, England. Cryptocurrency markets began to recover this month following a massive crash during the first quarter of 2018, seeing more than $550 billion wiped from the total market capitalisation. (Photo by Jack Taylor/Getty Images)
Ilustrasi/Foto: Jack Taylor/Getty Images
Jakarta -

Pemerintah Vietnam memperingatkan warga negaranya bahwa berinvestasi dalam mata uang kripto berbahaya. Pasalnya, industri itu dianggap tidak diatur dengan benar.

Dilansir dari Asia Times, Jumat (5/3/2021), Kementerian Keuangan mengatakan Vietnam belum mengadopsi Undang-undang (UU) apa pun terkait dengan penerbitan, perdagangan, bahkan pertukaran mata uang virtual dan aset virtual.

Kementerian mengatakan mata uang digital bukan bagian dari UU sekuritas Vietnam. Hanya dua bursa yakni Bursa Efek Ho Chi Minh dan Bursa Efek Hanoi, yang berwenang untuk memperdagangkan sekuritas di Vietnam.

Dalam upaya memperluas kerangka regulasi, kementerian telah membentuk unit penelitian untuk melihat sektor mata uang kripto dan mengembangkan kebijakan yang sesuai. Kementerian juga bertujuan meningkatkan kesadaran tentang potensi risiko yang terlibat dalam perdagangan dan investasi, seperti skema kripto yang meragukan.

Peringatan tersebut menyusul laporan kekhawatiran tentang platform mata uang kripto Asia Tenggara yang baru dan semakin populer yang disebut Jaringan Pi, yang diklaim beberapa orang sebagai skema piramida.

Menurut laporan dari VnExpress, Dang Minh Tuan, pakar blockchain di Institut Teknologi Pos dan Komunikasi di Hanoi, mengatakan jaringan Pi kurang transparan dalam proyek blockchain yang sah.

Pemerintah Vietnam agaknya memusuhi adopsi industri mata uang kripto dalam beberapa tahun terakhir. Setelah melarangnya sebagai metode pembayaran pada tahun 2018, pihaknya terus mendesak penduduk untuk menghindari cryptocurrency.

Simak juga 'Membaca Dampak yang Timbul Usai Elon Musk Investasi ke Bitcoin':

[Gambas:Video 20detik]



(aid/eds)