Bank Dinilai Kurang Gesit Dorong Asuransi Pertanian

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 10 Mar 2021 19:50 WIB
Pekerja menanam bibit selada hijau pada sentra pertanian modern Omah Hidro, Hargobinangun, Sleman, Yogyakarta, Jumat (22/1/2021). Menggunakan sistem pertanian hidroponik yang dapat menghemat tempat juga meminimalkan penggunaan pestisida.
Foto: PIUS ERLANGGA
Jakarta -

Perbankan dinilai kurang gesit dalam mendorong asuransi di sektor pertanian. Menurut Diektur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Franciscus Welirang, asuransi pertanian baru berjalan dalam skala kecil.

Dia menjelaskan, beberapa bank sudah menjalankan asuransi pertanian, tapi belum dilakukan dengan totalitas.

"BRI sudah juga memiliki, BNI memiliki di dalam posisi itu, Mandiri mungkin juga sudah memiliki, tapi lebih kepada spot, bukan merupakan suatu perkembangan kebijakan secara totalitas," kata dia dalam webinar, Rabu (10/3/2021).

Dia mengatakan pentingnya sektor pertanian untuk menjaga pasokan kepada UKM atau IKM atau industri. Menurutnya di dalam hal itu masih ada masalah yang belum terselesaikan, dan dibutuhkan sesuatu yang inklusif.

"Dikembangkan lah di dalam hal itu dengan pola inklusif. Pola inklusif ini kami harapkan sudah merupakan satu kebijakan di dalam posisi itu. Namun belum diikuti bagaimana pihak perbankan mengikatkan," paparnya.

Dijelaskannya, produk pertanian mempunyai berbagai risiko, misalnya risiko gagal panen, risiko serangan hama dan lain sebagainya. Untuk itu dibutuhkan yang namanya asuransi.

"Itu kami kembangkan artinya ada asuransi di dalam posisi itu. Nah ini sudah berjalan bukannya tidak berjalan tapi belum bisa berjalan secara masif. Kita mengharapkan ini bisa berkembang di dalam posisi itu," tambahnya.



Simak Video "Ganasnya Api Lahap Gudang Pabrik Indofood di Tangerang"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)