Bank Syariah Indonesia Bisa Jadi Game Changer, Gimana Caranya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 17 Mar 2021 14:00 WIB
Bank Syariah Indonesia
Foto: Angga Aliya Firdaus
Jakarta -

Indonesia pada awal Februari lalu resmi memiliki bank syariah terbesar yakni Bank Syariah Indonesia (BSI) yang merupakan gabungan dari BRI Syariah, BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri (BSM).

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jakarta Raya yang juga Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengungkapkan dengan adanya bank syariah ini maka bisa menciptakan kekuatan permodalan dan jangkauan fasilitas yang luas.

Pasalnya ketiga bank yang dimerger ini sebelumnya memiliki visi dan segmentasi yang berbeda-beda. "Dengan mergernya tiga bank menjadi BSI, maka ini menjadi game changer dalam akselerasi implementasi ekosistem ekonomi keuangan syariah di Indonesia," kata Inarno dalam Webinar ISEI, Rabu (17/3/2021).

Game changer adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perubahan cara berpikir dan perubahan penerapan.

Dia mengungkapkan perbankan syariah memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan konvensional pada tahun lalu. Dari sisi pembiayaan tercatat tumbuh 8% lebih tinggi dibandingkan industri perbankan konvensional yang terkontraksi atau minus 2,41%.

Inarno menambahkan memang saat ini ekonomi syariah di Indonesia sangat penting. Apalagi dukungan pemerintah dengan Masterplan Ekonomi Syariah sebagai program dan strategi yang diluncurkan pada 14 Mei 2019 lalu bisa mengembangkan dan sinergi di sektor ekonomi syariah.

Pengembangan ekonomi syariah bisa diperluas untuk ketahanan ekonomi nasional. Apalagi sekarang Indonesia sudah masuk dalam jajaran lima besar pelaku ekonomi syariah global. Kemudian dari Global Islamic Indicator Indonesia menduduki peringkat 4 dunia pada 2020, padahal tahun 2018 masih berada di peringkat 10.

Kemudian dari sisi pasar modal syariah, Indonesia meraih penghargaan capital market dari ajang Global Islamic Award secara berturut-turut selama dua tahun terakhir.

Selain itu, ekonomi syariah juga diharapkan bisa mendorong pertumbuhan di masa pandemi dan memulihkan sektor prioritas. Apalagi didukung oleh pemerintah dengan penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Green Sukuk untuk kelestarian lingkungan.

Lihat juga Video "Jokowi ke Bank Syariah: Sambut Baik Nasabah Nonmuslim, Gaet Milenial":

[Gambas:Video 20detik]



(kil/eds)