Kelebihan Jam Kerja, Bankir Junior di Bank Ini Diguyur Bonus Rp 288 Juta

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 25 Mar 2021 09:30 WIB
Ilustrasi Dolar AS
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Salah satu bank investasi di Wall Street, Credit Suisse mengumumkan akan memberikan bonus kepada bankir junior senilai US$ 20.000 setara Rp 288 juta (kurs Rp 14.400).

Bonus itu diberikan setelah bankir junior dikabarkan telah mendapatkan jam kerja terlalu banyak di tengah aktivitas transaksi keuangan yang meningkat. Dana itu untuk satu kali tunjangan gaya hidup tunai dan khusus untuk analis, rekanan, dan wakil presiden di pasar modal serta grup penasihat bank.

Eksekutif Credit Suisse mengatakan bonus akan diberikan pada kuartal II-2021. Selain itu, menurut orang-orang yang mengetahui hal tersebut, direktur pelaksana juga akan mendapatkan kenaikan gaji.

"Pasar modal Credit Suisse & manajemen penasihat mengakui dan ingin memberi penghargaan atas upaya orang-orang kami yang tidak hanya berhasil mendukung klien kami melalui volume kesepakatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi juga meningkatkan pangsa pasar kami," juru bicara bank, dikutip dari CNBC, Kamis (25/3/2021).

Langkah dari Credit Suisse itu menjadi solusi dan meredakan kekhawatiran bankir junior yang diketahui mendapatkan jam kerja terlalu banyak. Minggu lalu, laporan yang dibuat oleh analis Goldman Sachs merinci kondisi kerja tahun ini, termasuk 100 jam kerja per minggu saat bekerja dari rumah.

Sebagai bagian dari perubahan, Credit Suisse juga mengatakan akan melonggarkan gaya berpakaian untuk karyawannya ketika pekerja kembali ke kantor, menurut Business Insider. Tidak hanya itu, bank juga berencana menggelontorkan US$ 112,5 miliar untuk rencana merger sepanjang tahun ini.

Simak juga 'Serba-serbi Aturan PHK hingga Lembur di PP Turunan UU Ciptaker':

[Gambas:Video 20detik]



(zlf/zlf)