Takut Kena Skimming? Cepetan Ganti Kartu Debit 'Gesek' ke Chip

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 30 Mar 2021 09:41 WIB
Kartu ATM Lebih Aman Pakai Chip
Foto: Tim Infografis, Mindra Purnomo
Jakarta -

Nasabah bank diimbau untuk segera melakukan migrasi kartu debit dari yang berteknologi magnetic stripe atau kartu debit gesek, ke kartu debit berteknologi chip. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menyebut saat ini sudah ada 93% kartu debit yang digunakan oleh nasabah.

Direktur Distribution and Network Bank Jasmin mengungkapkan sekarang tinggal 300 ribu nasabah yang belum mengganti kartunya dengan chip. Dia menyebut untuk nasabah yang ingin mengganti masih ada waktu hingga 7 Juni 2021.

Dia menyebut caranya nasabah hanya perlu datang ke kantor cabang BTN terdekat. Penggantian ini tak dikenakan biaya.

"Prosesnya mudah dan tidak harus membayar, cukup datang ke kantor cabang BTN terdekat dan petugas kami akan membantu proses penggantian kartu chip tersebut," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (30/3/2021).

Memang, Bank Indonesia (BI) mewajibkan penggunaan kartu chip 100% mulai 1 Januari 2022 sesuai Surat Edaran BI No.17/52/DKSP tentang implementasi Standar Nasional Teknologi Chip dan Penggunaan Personal Identification Number Online Enam Digit untuk Kartu ATM dan/atau Kartu Debit yang diterbitkan di Indonesia.

Jasmin menyebutkan salah satu tujuan migrasi kartu debit magnetic stripe ke chip ini adalah untuk meminimalisir tindak kejahatan perbankan dengan modus pencurian data atau skimming.

Jadi tujuannya adalah untuk melindungi nasabah dari kejahatan. "Untuk itu kita menghimbau kepada nasabah BTN yang belum mengganti ke kartu chip untuk segera menggantinya. Setelah tanggal 7 Juni 2021 secara otomatis kartu yang belum diganti menjadi chip tersebut akan berhenti dan tidak dapat digunakan lagi," ujarnya.

Bank BTN sendiri telah melakukan sosialisasi kepada para nasabahnya terkait penggantian kartu chip ini sejak awal tahun 2021.

"Kami sudah melakukan sosialisasi antara lain melalui website, akun resmi media sosial BTN, serta informasi blast melalui SMS dan WhatsApp kepada nasabah sejak awal tahun ini," jelas dia..

Jasmin berharap dapat memenuhi target BI 100% pada akhir 2021, dimana per 29 Maret 2021 jumlah kartu debit chip BTN 93% dari target jumlah kartu yang dipersyaratkan untuk diganti menjadi chip.

Simak video 'PPATK Sebut Kejahatan Skimming Melonjak di Tengah Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/ang)