Tenang! BI Nggak Bakal Ikut-ikutan Turki-Brasil Naikkan Suku Bunga

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 01 Apr 2021 17:08 WIB
logo bank indonesia
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Sejumlah bank sentral di dunia menahan suku bunganya di level rendah untuk menstimulasi ekonomi yang dihantam pandemi COVID-19. Namun beberapa bank sentral juga mulai kembali menaikkan suku bunga acuannya.

Apakah Bank Indonesia (BI) akan ikut menaikkan suku bunga acuannya dalam waktu dekat?

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menjelaskan memang ada dua bank sentral yang sudah menaikkan suku bunga acuannya secara signifikan, yakni Turki dan Brasil. Namun dia menegaskan bahwa kondisi ekonominya di kedua negara itu berbeda dengan Indonesia.

"Apakah kita akan ikut-ikutan negara lain seperti Turki dia naikin 200 bps, Brazil 75 bps? Tapi mereka itu struktur ekonominya beda dengan kita," terangnya dalam acara Temu Stakeholders Untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional, Kamis (1/4/2021).

Destry menjelaskan, kedua negara itu menghadapi tekanan laju inflasi yang tinggi, sehingga untuk meredam itu mau tidak mau bank sentral menaikkan suku bunga acuannya.

"Di Turki inflasinya belasan persen makanya dia harus naikin 200 bps. Sementara di kia inflasi sangat rendah 1,37%. Jadi penurunan suku bunga karena secara fundamental ruangnya sangat terbuka. Ini kita harapkan bisa memberikan stimulasi untuk pertumbuhan ekonomi," terangnya.

Selain inflasi yang rendah, ekspor yang masih cukup baik, current account deficit (CAD) yang terkendali hingga likuiditas di perbankan yang masih sangat tinggi memberikan ruang bagi BI untuk menjaga suku bunga acuan di level terendah.

BI sudah menurunkan suku bunga acuan BI 7 day reverse repo rate sebesar 150 bps hingga di level 3,5%. Menurutnya dengan begitu tujuannya bisa memberikan stimulasi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Lihat juga video 'BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia Jadi 5% di 2021':

[Gambas:Video 20detik]



(das/ara)

Tag Terpopuler