Cadangan Devisa RI Turun Jadi US$ 137,1 Miliar

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 07 Apr 2021 10:41 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mengumumkan cadangan devisa Indonesia menurun menjadi US$ 137,1 miliar di akhir Februari 2021. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, ermin Haryono mengatakan jumlah cadangan devisa di bulan sebelumnya sebesar US$ 138,8 miliar

"Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 10,1 bulan impor atau 9,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," kata Erwin dalam keterangan resminya yang dikutip, Rabu (7/4/2021).

Erwin mengatakan, cadangan devisa Indonesia yang mencapai US$ 137,1 miliar ini mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Penurunan jumlah cadangan devisa, dijelaskan Erwin, karena dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah sesuai pola jatuh tempo pembayarannya.

"Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi," ungkapnya.

Simak juga 'Sri Mulyani: Kondisi Ekonomi Dunia 2020 Terburuk dalam 150 Tahun':

[Gambas:Video 20detik]



(hek/zlf)