Bank Panin dan BRI Tutup Semua Kantor di Aceh

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 15 Apr 2021 09:44 WIB
Sejumlah pegawai melayani nasabah di kawasan Bank BRI Unit Wedung dan Kantor Cabang Bank BRI Demak, Jawa Tengah, Senin (1/3). Selama pandemi COVID-19, Bank BRI Demak tetap melakukan pelayanan kepada nasabah dengan maksimal guna memberikan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Provinsi Aceh telah memberlakukan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Ini artinya lembaga keuangan baik perbankan dan non-perbankan yang beroperasi harus sesuai dengan prinsip syariah.

Dikutip dalam Qanun Aceh pasal 5, Qanun ini bertujuan untuk mewujudkan perekonomian Aceh yang islami. Kemudian menjadi penggerak dan pendorong pertumbuhan ekonomi Aceh.

Hal ini membuat bank yang tidak memiliki unit usaha syariah harus pergi dari Aceh dan menutup kantor. Berikut bank yang pamit dari Aceh.

Bank Panin

Corporate Secretary Bank Panin, Jasman Ginting mengungkapkan perseroan akan menutup Kantor Cabang di Banda Aceh pada Juni mendatang.

"Kami akan mengikuti ketentuan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) yang berlaku di Aceh," kata dia saat dikonfirmasi detikcom.

Jasman mengungkapkan Bank Panin hanya memiliki satu kantor Cabang Utama di daerah Jalan Muh Jam 1 G-H, Desa Baru, Kampung Baru Baiturrahman dan satu Kantor Kas di Hasan Dek, Kuta Alam, Banda Aceh.

Saat ini Bank Panin memiliki 560 kantor cabang mulai dari KCU, Kantor Cabang Pembantu (KCP), hingga Kantor Kas (KK) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pada 2020 laba bersih Bank Panin tercatat Rp 3,12 triliun di tengah pandemi COVID-19. Laba operasional sebelum pencadangan Rp 6,69 triliun atau tumbuh Rp 6,69 triliun.

Kenaikan laba karena pertumbuhan pendapatan operasional sebesar 77,16% menjadi Rp 3,36 triliun. Total aset konsolidasi Bank Panin mencapai Rp 218,07 triliun naik dibandingkan posisi akhir tahun lalu sebesar Rp 211,29 triliun.

Bank Rakyat Indonesia

Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengumumkan menutup seluruh operasional perbankan di Aceh. Hal ini sesuai dengan penerapan Qanun LKS nomor 11 tahun 2018.

Pemimpin Wilayah BRI Provinsi Aceh, Wawan Ruswanto mengungkapkan seluruh layanan dan portofolio dialihkan ke BRISyariah yang kini sudah menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI).

BRI menerima Izin Prinsip Penutupan 11 Kantor Cabang dan Kantor Wilayah, tetapi masih menunggu Izin Pelaksanaan Penutupan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Setelah mendapatkan Izin Pelaksanaan Penutupan, BRI diberikan waktu 30 hari kerja untuk melaksanakan penutupan operasional kantor," katanya.

Ia mengatakan proses pengalihan telah berlangsung sejak bulan Juli 2019 dan berakhir pada bulan Desember 2020. Wawan mengatakan hampir seluruh portofolio pinjaman dan simpanan telah dialihkan, di mana sekitar 92% portfolio pinjaman dan 85% portofolio simpanan telah di buku di Bank BRIsyariah.

Menurut dia masih terdapat portofolio pinjaman yang tidak dialihkan, antara lain non performing loan dan hapus buku dengan jumlahnya sekitar 8% dari total pinjaman.

Simak juga 'Pengrajin Rebana, Syiar Agama yang Menghasilkan Materi':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/ara)