Mana yang Harus Lebih Dulu, Punya Mobil atau Rumah?

Faidah Umu Sofuroh - detikFinance
Kamis, 15 Apr 2021 22:15 WIB
BRI Insurance
Foto: BRI Insurance
Jakarta -

Setiap orang pasti memiliki preferensi sendiri terhadap kebutuhannya. Termasuk dalam hal memilih untuk memiliki rumah atau mobil terlebih dahulu. Namun, sebelum memutuskan untuk memilih di antara keduanya, ada beberapa hal yang perlu untuk dipertimbangkan.

Dalam acara Ngobrol Seru Bareng BRI Insurance yang diselenggarakan salah satu media swasta nasional beberapa waktu lalu, tema Antara Rumah dan Mobil Mana yang Lebih Penting Dimiliki Dulu menjadi pilihan diskusi. Ada tiga pembicara yang expert di bidangnya membagikan insight soal pilihan yang mereka ambil ketika berinvestasi rumah atau mobil.

COO IDN Media William Putra Utomo, misalnya, ia menyebutkan ada tiga prinsip yang selalu ia jalankan agar semua rencananya berjalan sesuai yang ia harapkan. Pertama self control, kedua education finance of product, ketiga commit and execute. Dengan ketiga hal itu, imbuhnya, perencanaan yang ia lakukan akan berjalan dengan baik.

Menurut William, mobil menjadi hal yang lebih penting untuk dibeli. Selain itu, ia juga menambahkan asuransi untuk memproteksi mobilnya dari hal-hal yang tidak diinginkan. Ia memilih untuk membeli mobil terlebih dahulu agar mobilitasnya yang tinggi dapat dijalankan dengan lancar.

"Kalau saya kebetulan dulu mobil dulu yang lebih penting dan asuransinya. Kenapa? Biar bisa pergi ke banyak tempat dengan lebih mudah supaya melancarkan tujuan beli rumahnya," tambahnya.

Namun pandangan yang berbeda justru dilontarkan Founder of Suasana Studio Aghnia Fuad. Ia berpendapat, memiliki rumah lebih penting untuk didahulukan. Sebab, menurutnya saat ini transportasi umum semakin mudah untuk diakses.

"Kalau aku sendiri itu rumah, karena kalau mobil waktu itu cuma operasional aja dan penggantinya banyak. Sekarang juga banyak kendaraan umum yang emang udah gampang banget kan. Kalau rumah pun misalkan nggak ditempati, bisa dijual lagi dan jatuhnya malah lebih untung," imbuhnya.

Aghnia juga membagikan beberapa tips untuk orang-orang yang ingin membeli rumah. Pertama yaitu cek budget dan lokasi terutama bagi orang-orang yang ingin memiliki rumah dekat dengan kantor atau keluarga. Kemudian legalitas atau surat-menyuratnya juga harus jelas seperti IMB, track record pihak developer, kondisi, konstruksi, dan desain rumahnya pun harus jadi bahan pertimbangan.

"Ketika sudah dapat rumah, kita masuk ke dalam, kita siapin interiornya pastinya. Semua bergerak dari kebutuhan yang tadi aku bilang kita siapin supaya semuanya nyaman. Lalu maintenance, misal cat tembok harus di-apply tiap beberapa tahun. Lalu yang juga nggak kalah penting asuransi si, sama kayak mobil harus ada asuransinya juga," jelas Aghnia.

Sementara automotive content creator dan pemilik akun @buburayamracer Den Dimas dalam acara tersebut lebih banyak berbicara soal membeli mobil. Ia berpesan kepada orang-orang yang ingin membeli mobil lebih dulu untuk berhati-hati dalam memilih jenis mobil.

"Pertama harus sesuai budget dulu, kita harus analisis. Lalu disesuaikan dengan kebutuhan kita, misal kita butuh mobil untuk berdua aja, atau anaknya 1-2 bahkan 5 maka itu butuh mobil yang besar. Dan yang selalu aku ingetin itu yang penting harus ada proteksinya itu," ungkapnya.

Dari obrolan tersebut, dapat disimpulkan membeli mobil atau rumah terlebih dahulu adalah pilihan masing-masing orang. Seperti yang dikatakan oleh CEO BRI Insurance Frankar Umran di awal acara. Ia menyebutkan pilihan untuk membeli mobil atau rumah terlebih dahulu akan berbeda antara satu negara dengan negara lainnya.

Di Singapura, misalnya, sebagian besar orang akan memilih untuk membeli rumah terlebih dahulu karena meski harga mobil tidak mahal, namun biaya operasional bagi orang yang memiliki mobil sangat mahal. Sedangkan hal itu sangat berbeda dengan Indonesia.

"Tapi apa pun yang terjadi, mobil atau rumah (harus) sesuai dengan kebutuhan, sesuai dengan budget. Misalnya kerjanya butuh mobilitas tinggi, mungkin pilih mobil. Atau kalau kerjanya tidak terlalu jauh atau tidak perlu transportasi atau transportasinya sudah sangat terkoneksi, mungkin pilih rumah," kata Frankar.

Namun, lanjutnya, apa pun pilihan investasinya baik itu rumah atau mobil harus disandingkan dengan proteksi. Selain itu, menurutnya saat ini juga menjadi momen yang tepat untuk membeli rumah atau mobil. Sebab pemerintah tengah memberikan dukungan berupa pembebasan biaya PPnBM untuk mobil dengan cc hingga 1.500 cc. Dan pembebasan PPn bagi rumah di bawah Rp 5 miliar.

"Mobil dan rumah itu memang investasi. Tapi jangan lupa investasi juga harus disandingkan dengan proteksi. banyak orang yang investasi tapi tidak diproteksi. Contohnya gini beli rumah harga Rp 1 miliar, ketika terjadi apa-apa karena tidak terproteksi maka harus cari uang sendiri fresh money dari kantong sendiri untuk mengganti rumah itu Rp 1 miliar. Padahal kalau diproteksi, hanya dengan Rp 300.000 - Rp 500.000 sebulan, sudah terproteksi Rp 1 miliar. Ketika terjadi risiko, maka asuransi dapat menggantikan," pungkasnya.

(ads/ads)