Terpopuler Sepekan

Dipimpin Putra Menlu Retno, Ini Dia Profil Bank Aladin Syariah

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 17 Apr 2021 14:15 WIB
CEO Bank Aladin Syariah, Dyota Marsudi
Foto: CEO Bank Aladin Syariah, Dyota Marsudi (Istimewa/Bank Net Indonesia Syariah/Bank Aladin Syariah)
Jakarta -

Perubahan nama PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk menjadi PT Bank Aladin Syariah Tbk telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 7 April 2021. Perubahan identitas ini juga menjadi perhatian khusus banyak masyarakat terutama pelaku pasar.

Terlebih lagi, dalam RUPS itu menunjuk Dyota Mahottama Marsudi sebagai presiden direktur atau CEO. Dyota merupakan putra dari Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi.

Bank Aladin atau Bank Net Syariah resmi melantai di bursa efek pada 1 Februari 2021. Bank ini awalnya bernama PT Maybank Syariah Indonesia. Kemudian berganti nama di akhir 2019 menjadi PT Bank Net Syariah Indonesia usai upaya akuisisi oleh investor diizinkan OJK.

Akuisisinya sendiri dilakukan oleh PT NTI Global Indonesia dan PT Berkah Anugerah Abadi, yang keduanya berkedudukan di Indonesia.

Dilihat dari kanal resminya, mereka memiliki tujuan untuk membuka dan mempermudah akses layanan perbankan syariah berbasis digital agar dapat melayani seluruh lapisan masyarakat, serta menjalin kerjasama dengan pelaku industri di berbagai sektor.

Sebagaimana bank pada umumnya, Bank Aladin memprioritaskan keamanan dan kenyamanan nasabah dalam memaksimalkan penggunaan teknologi informasi demi mengembangkan produk-produk pendanaan, pembiayaan dan jasa-jasa perbankan lainnya, seperti transfer dana, pembayaran, pembelian dan lain-lain.

"Bank Net Indonesia Syariah menyediakan layanan dan produk perbankan bagi siapa saja. Teknologi digital memungkinkan masyarakat Indonesia mengakses layanan perbankan syariah di mana saja dengan mudahnya. Dukungan dan layanan pun tersedia bagi nasabah yang membutuhkan bantuan," demikian ditulis di kanal resminya.

Bank tersebut juga melakukan perubahan anggota direksi dan anggota dewan komisaris.

"Penambahan Direksi dan Dewan Komisaris dimaksudkan untuk memperkuat struktur manajemen Perseroan guna mendukung realisasi strategi bisnis menjadi Bank Syariah Digital yang tumbuh sehat, sustainable, dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, stakeholders maupun masyarakat pada umumnya," perusahaan menjelaskan.

Dyota Marsudi, Budi Santoso Kusmiantoro, Willy Hambali dan Firdila Sari akan efektif setelah dinyatakan lulus Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit & Proper Test) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dia menjabat sebagai presiden direktur bank syariah tersebut per 2021 berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 7 April 2021.

Pada jenjang pendidikannya, Dyota memperoleh gelar Master in Business Administration dari INSEAD dan Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia.

Sebelum menjabat di Bank Aladin Syariah, Dyota memiliki pengalaman kerja di beberapa perusahaan, yakni sebagai Management Consultant di Boston Consulting Group (2011-2017), Co-Founder & COO di Happy5.co (2016-2018).

Dia juga pernah menjadi Member of National Digital Transformation Committee di PPN/BAPENAS (2019) dan Senior Executive Director of Investments di Vertex Ventures, Singapura (2018-2021).

Berikut daftar terbaru jajaran dewan komisaris:
1. Presiden Komisaris: Ationo Teguh Basuki
2. Komisaris Independen: Fransisca Ekawati
3. Komisaris Independen: Hadi Sunaryo

Berikut daftar terbaru jajaran dewan direksi:
1. Presiden Direktur: Dyota Mahottama Marsudi
2. Direktur Operasional: Basuki Hidayat
3. Direktur Bisnis: Mohammad Riza
4. Direktur Teknologi Informasi: Budi Santoso Kusmiantoro
5. Direktur Keuangan dan Strategi: Willy Hambali
6. Direktur Digital Banking: Firdila Sari
7. Direktur Kepatuhan: Baiq Nadea Dzurriatin

(hek/hns)