BI: Pegang Rupiah Masih Untung
Selasa, 07 Mar 2006 10:59 WIB
Jakarta -
Posisi rupiah yang cenderung menguat secara gradual belakangan ini, dinilai cukup menguntungkan bagi masyarakat untuk memegang rupiah."Kebijakan moneter kami masih dianggap menarik untuk memegang rupiah, suku bunga yang saat ini 12,73 persen walaupun suku bunga The Fed naik terus, tetap memberikan suatu margin yang cukup untuk orang memegang rupiah," kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda S Goeltom.Hal itu diungkapkan Miranda di sela acara diskusi banking today yang berlangsung di Assembly Hall Plaza Bapindo, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (7/3/2006).Menurut Miranda, penguatan rupiah secara gradual dan relatif stabil murni dari sentimen faktor fundamental."Jelas fundamental, tidak bisa tidak kalau bukan karena fundamental. Saya melihat juga bahwa kebijakan moneter kami dianggap masih menarik untuk memegang rupiah," kata Miranda.Selain faktor funadmental, penerbitan global bond juga diakui memberikan efek pada stabilnya rupiah.Miranda melihat, ruang penguatan rupiah masih terbuka, apalagi jika dana jangka pendek (short term) yang masuk saat ini ditanamkan ke dalam investasi langsung atau foreign direct investment (FDI).Penguatan rupiah saat ini, lanjut Miranda, tidak akan mempengaruhi kinerja eksportir secara drastis. Pasalnya, penguatan rupiah berjalan secara gradual, sehingga ada kesempatan bagi eksportir untuk melakukan penyesuaian penghitungan.Posisi rupiah pada pembukaan pagi ini ada di level 9.198/9.203 per dolar AS.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































