JPMorgan, Penyelamat Krisis yang Danai European Super League

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Selasa, 20 Apr 2021 12:41 WIB
JPMorgan Chase
Foto: Dok. Reuters

Pada tahun 1895, perusahaan mereka direorganisasi sebagai J.P. Morgan & Company. Morgan menggunakan pengaruhnya untuk membantu menstabilkan pasar keuangan Amerika selama beberapa krisis ekonomi, termasuk kepanikan tahun 1907.

Pada tahun 1895, Morgan membantu menyelamatkan standar emas Amerika ketika memimpin sindikasi perbankan yang meminjamkan lebih dari US$ 60 juta kepada pemerintah federal. Yang tak kalah hebatnya, Morgan menyelamatkan krisis keuangan AS saat kepanikan keuangan 1907, di mana dia meyakinkan para pemodal terkemuka AS guna menalangi berbagai lembaga keuangan yang goyah demi menstabilkan pasar.

Morgan pun secara luas dipuji karena memimpin Wall Street keluar dari krisis keuangan 1907. Ketika pasar saham runtuh, kredit loyo, bank serta pialang gagal, Morgan mengatur bank-bank besar New York untuk memasok likuiditas ke pasar yang tengah lesu, termasuk membeli obligasi Kota New York US$ 30 juta. Krisis saat itu menjadi cikal bakal pembentukan Sistem Federal Reserve pada tahun 1913.

JPMorgan akhirnya meninggal pada usia 75 tahun pada tanggal 31 Maret 1913, di Roma, Italia. Pada tanggal 14 April, hari pemakamannya, Bursa Efek New York ditutup untuk menghormatinya hingga tengah hari.

Setelah itu, JPMorgan terus menjadi bank investasi yang ekspansi ke berbagai penjuru dunia dan menyelamatkan banyak krisis. J.P. Morgan & Co akhirnya menjual saham ke publik pertama kali dan menjadi J.P. Morgan & Co. Incorporated pada 1940.

J.P. Morgan & Co. Incorporated kemudian bergabung dengan The Chase Manhattan Corporation pada awal milenium. Perusahaan baru tersebut kini bernama J.P. Morgan Chase & Co.


(eds/zlf)