Barang yang 'Disekolahkan' di Pegadaian Tambah Banyak, Apa Artinya?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 20 Apr 2021 15:51 WIB
Selama masa pandemi Corona, PT Pegadaian (Persero) mencatat omzet yang kian meningkat. Kenaikan tersebut mencapai 18 persen.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Tren gadai di PT Pegadaian (Persero) mengalami kenaikan jelang Ramadan tahun ini. Hal ini berbeda dengan gadai pinggir jalan yang mengeluh sepi.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Pegadaian, Basuki Tri Andayani mengatakan, tren gadai memang cenderung naik jelang puasa. Dia menyebut, omzet produk gadai menjelang Ramadan tembus Rp 12,51 triliun pada Februari 2021.

Kemudian, naik lagi sebanyak 17,02% menjadi Rp 14,64 triliun di Maret 2021.

"Pada Maret 2020 perseroan menyalurkan pinjaman gadai sebesar Rp.12,96 triliun," katanya kepada detikcom, Selasa (20/4/2021).

Dia menjelaskan, tren gadai naik jelang puasa karena pelaku usaha mulai bergeliat yang didukung oleh konsumsi yang naik. Kemudian, menurutnya, pelaku usaha juga telah menyesuaikan dengan kondisi saat ini alias saat pandemi COVID-19.

"Usaha-usaha kecil kaya orang jual makanan, pakaian tetap naik, dan kalau saya lihat usaha mulai menyesuaikan dengan situasi. Sudah mulai ada pergerakan lah," katanya.

Tambahnya, gadai emas masih mendominasi produk yang digadaikan masyarakat.

"Emas, mayoritas masih emas kalau yang digadaikan. Emas itu totalnya dari keseluruhan 98%," katanya.

(acd/fdl)