Investasi Mahal, Bank Niaga Batasi Pembukaan Cabang Baru
Selasa, 07 Mar 2006 13:16 WIB
Jakarta - PT Bank Niaga Tbk (BNGA) membatasi pembukaan kantor cabang baru tahun ini karena investasinya mahal. Perusahaan lebih memilih mengembangkan fasilitas electronic delivery channel yang ongkosnya lebih murah."Jaringan kantor baru itu mahal, untuk buka satu cabang baru biayanya bisa miliaran, itu tidak termasuk untuk bayar orang dan fasilitas lainnya, jadi tahun ini kita akan fokus pada electronic delivery channel," kata Paul S Hasjim, Head of Operation and IT, Bank Niaga.Hal itu diungkapkan Hasjim disela acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BNI dan Bank Niaga tentang pembayaran kredit di kantor BNI, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (7/3/2006).Menurut Hasjim, untuk tahun ini pembukaan kantor cabang Bank Niaga akan disesuikan dengan kondisi ekonomi. "Tahun ini kita agak slowing down untuk buka cabang," ujar Hasjim.Maka itu, Bank Niaga menggenjot fasilitas electronic delivery channel karena melihat pertumbuhan tahun 2005 cukup signifikan. Total transaksi melalui fasilitas electronic delivery channel pada tahun lalu mencapai 70 persen, sisanya dilakukan di cabang. Sedangkan tahun 2004 transaksinya mencapai 67-68 persen. Untuk tahun ini, Bank Niaga menargetkan biaya investasi perluasan jaringan kurang dari Rp 140 miliar, baik secara elektronik maupun kantor cabang baru. Jumlah ini lebih rendah dibanding tahun lalu yang sebesar 140 miliar.Hasjim menjelaskan, perusahaan memperoleh fee base income dari fasilitas ini, sekitar 10 persen. "Sebagai gambaran kontribusi pembayaran tagihan saja sekitar Rp 400 juta per bulan. growth juga lebih dari 50 persen," katanya.Saat ini Bank Niaga memiliki 359 ATM sendiri dan yang melalui jaringan ATM bersama sebanyak 6.500 unit. Diharapkan dengan adanya fasilitas electronic delivery channel, dana pihak ketiga tumbuh 20 persen. Sedangkan lending rate diperkirakan lebih tinggi sekitar 20-25 persen.
(ir/)











































