BNI Genjot KPR, Kredit Motor Bakal Dikurangi

BNI Genjot KPR, Kredit Motor Bakal Dikurangi

- detikFinance
Selasa, 07 Mar 2006 14:08 WIB
Jakarta - Persaingan kredit pemilikan rumah (KPR) tahun ini bakal sengit. Setelah beberapa bank seperti Bank Niaga dan Bank Bumiputera menggenjot KPR-nya, BNI juga ikut memperbesar porsi kredit ini.Tahun ini BNI, menargetkan pertumbuhan KPR sebesar Rp 3 triliun menjadi outstanding Rp 5 triliun. Senada dengan bank lainnya, alasan BNI memperbesar KPR karena risiko rendah dan pangsa pasarnya potensial."Saat ini, supply and demand KPR masih belum berimbang. Permintaan terhadap kredit perumahan jauh lebih besar dibanding bank yang menyediakan," kata Achmad Baiquni, Direktur Consummer BNI.Hal itu diungkapkan Baiquni disela acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BNI dan Bank Niaga tentang pembayaran kredit di kantor BNI, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (7/3/2006).Menurut Baiquni, KPR memiliki risiko yang rendah karena harga tanah cenderung naik dari tahun ke tahun. Potensi KPR juga masih cukup menjanjikan karena rumah merupakan investasi yang paling banyak dipilih nasabah.Baiquni membenarkan, kompetisi pasar KPR akan ketat pada tahun ini. Namun menurut Baiquni, BNI akan menyiasati ketatnya persaingan dengan membuat produk yang inovatif."Kita akan galakkan ini seperti pertama, menjalin kerja sama dengan developer, sehingga penjualan bisa melalui developer. Kedua kita akan tambah tenaga penjualan dan memberikan pelayanan yang cepat," katanya.Selain KPR, BNI juga akan meningkatkan penyalurannya kredit tanpa agunan (KTA) atau implant banking dengan nama kredit instant, yang menggunakan jaminan gaji."Kredit tanpa agunan di BNI kolektibilitasnya bagus, sekarang plafonnya Rp 30 juta dan rencananya akan dinaikkan menjadi Rp 50 juta," jelas Baiquni.Sementara untuk kredit kendaraan bermotor, tahun ini BNI akan mengurangi penyalurannya. Pasalnya, kenaikan harga BBM ditengarai akan menurunkan minat beli kendaraan bermotor.Tahun 2005 kredit kosumer untuk kendaraan bermotor mencapai 40 persen. Kredit konsumer sampai Desember 2005 mencapai Rp 11 triliun. Tahun ini target tersebut diharapkan naik menjadi Rp 14-15 triliun. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads