Rupiah Meluncur ke 9.300/US$
Rabu, 08 Mar 2006 09:46 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali merosot mendekati level 9.300 per dolar AS. Melemahnya sejumlah mata uang regional terhadap dolar AS turut menyeret pelemahan rupiah.Pada awal perdagangan Rabu (8/3/2006), rupiah dibuka langsung melemah di 9.265/9.270 per dolar AS. Sementara pada perdagangan kemarin, rupiah akhirnya tumbang di level 9.245 per dolar AS.Dolar AS sendiri kembali menguat setelah adanya pernyataan dari Presiden St. Louis Federal Reserve William Poole tentang kemungkinan kenaikan suku bunga AS jika perekonomian AS melebihi target. Pernyataan itu memunculkan spekulasi bahwa Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga di atas 5 persen.Poole mengatakan, Fed kemungkinan akan kembali menaikkan tingkat suku bunga jika performans ekonomi dalam beberapa bulan ke depan menunjukkan kekuatan yang lebih dari perkiraan.Tercatat euro melemah ke 1,885 dolar, dibandingkan level sebelumnya di 1,2016. Sementara dolar bertahan di 117,82 yen, dibandingkan sebelumnya di 117,55 yen.Dolar AS terdorong oleh naiknya imbal hasil atau yield di pasar obligasi. Aset-aset dalam dolar pun kini menjadi incaran investor."Yield US treasury sekarang terus meningkat dan kami melihat hal itu telah menyokong dolar di seluruh dunia," ujar Lara Rhame, analis valas dari CSFP seperti dikutip dari AFP.Menurut Rhame, dolar masih akan terus menguat didukung oleh data perekonomian AS yang solid dan ekspektasi tingkat imbal hasil US treasury 10 tahun akan terus meningkat.
(qom/)











































