Ini Resep Aman Bertransaksi Keuangan Digital ala BRI

Angga Laraspati - detikFinance
Minggu, 25 Apr 2021 14:46 WIB
BRI Mobile Banking
Foto: BRI
Jakarta -

Bank BRI terus berupaya menjamin keamanan siber atas sistem dan platform digital yang dimilikinya. Sebab, saat ini aktivitas dan transaksi daring tengah meningkat dan membuat faktor keamanan menjadi krusial untuk dipenuhi serta dijamin oleh pelaku bisnis digital.

Direktur Digital & Teknologi Informasi BRI Indra Utoyo mengatakan ada dua jurus utama BRI dalam meningkatkan keamanan siber yakni melakukan pengamanan berlapis dan aktif melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Untuk menjaga agar tak ada lubang di setiap inovasi produk digital, BRI rutin melakukan identifikasi kerentanan dan testing (penetration test) yang ketat.

Selain itu, pengamanan berlapis juga dilakukan melalui penjaminan keamanan layanan dan operasional, penerapan protection technology, serta pengadaan sistem untuk mendeteksi ancaman siber secara cepat dan tepat menggunakan big data dan AI.

"Jadi kalau ada insiden harus ada respon cepat untuk bisa recover. Ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor baik dengan fintech, regulator, penegak hukum, telco. Harus ada kolaborasi yang makin erat antara sektor telco dan perbankan," ujar Indra dalam keterangan tertulis, Minggu (25/4/2021).

Menurut Indra, digitalisasi yang berjalan cepat saat ini membawa konsekuensi pada peningkatan risiko keamanan siber. Karena itu, pelaku sektor perbankan saat ini harus bisa memiliki manajemen risiko yang lebih baik, cepat, dan tepat untuk memastikan keamanan setiap produk yang dimiliki.

Indra melanjutkan harus ada kolaborasi yang dilakukan antar bank dengan mengajak para pemangku kepentingan, regulator, serta penegak hukum untuk membangun suatu keamanan siber yang kuat. Menurutnya, melalui kolaborasi akan membuat respon dan langkah preventif tindak kejahatan siber semakin efektif untuk dilakukan.

Saat ini BRI, lanjut Indra, telah menjalin kolaborasi dengan Perbanas, ASPI, BSSN, perusahaan telco dan fintech serta regulator dan penegak hukum untuk meningkatkan pengamanan siber. Kolaborasi ini membuat BRI bisa lebih sigap dalam meminimalisir potensi kerugian apabila ada tindakan yang dicurigai sebagai bentuk kejahatan siber.

Ia juga mengungkapkan untuk meningkatkan keamanan siber saat ini BRI tengah mempercepat kartu berbentuk chip, berkolaborasi dengan perusahaan telekomunikasi, dan terus melakukan edukasi kepada nasabah agar lebih berhati-hati saat berselancar di dunia transaksi digital. Seperti menerapkan pola akses yang lebih sehat, tidak klik situs yang tidak jelas, dan lain sebagainya.

"Karena memang setiap layanan digital ini praktis menggunakan mobile dan nanti attach dengan nomor telepon, sehingga penting kolaborasi dengan mobile. Jadi kalau ada blacklist nomor telepon ini penting untuk dilakukan, kalau ada pergantian nomor (nasabah pengguna mobile banking) juga kami dinotifikasi sehingga tidak terjadi fraud yang berpotensi merugikan nasabah,"tuturnya.

Indra juga berharap masyarakat bisa semakin berhati-hati dan membentengi diri sendiri agar terhindar dari segala tindakan yang berpotensi merugikan mereka. Ia memberi pesan agar masyarakat tidak menggunakan public Wi-Fi yang berpotensi tidak aman.

"Kemudian password kalau bisa harus cukup kompleks, akun di medsos dan mobile banking harus dibedakan password dan user ID, kemudian pola tidak mudah ditebak, kalau akses menggunakan akses PC sebaiknya gunakan perangkat pribadi, pastikan aktifkan notifikasi sehingga akan terus dapat notif dari setiap transaksi, dan berperilaku internet sehat," katanya.



Simak Video "Teras BRI Kapal, Penjaga Kedaulatan Rupiah di Perbatasan"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/dna)