Tertekan Kondisi Ekonomi, Laba Bersih BRI Cuma Naik 4%

Tertekan Kondisi Ekonomi, Laba Bersih BRI Cuma Naik 4%

- detikFinance
Rabu, 08 Mar 2006 17:48 WIB
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) hanya mencatat kenaikan laba bersih 2005 sebesar 4,84 persen menjadi Rp 3,809 triliun, dibanding tahun sebelumnya Rp 3,633 triliun.Sementara pendapatan bunga bersih naik 10,47 persen menjadi Rp 12,437 triliun dibanding tahun 2004 yang sebesar Rp 11,258 triliun. Laba bersih per saham (earning per share/EPS) BRI menjadi Rp 321,7 dibanding tahun 2004 sebesar Rp 306,6 per saham."Kenaikan laba bersih tertekan oleh kondisi ekonomi yang cenderung negatif pada tahun lalu," kata Dirut BRI Sofyan Basir dalam jumpa pers kinerja BRI 2005, di Gedung BRI, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (8/3/2006). BRI mencatat pertumbuhan kredit 2005 sebesar 21,11 persen atau naik Rp 13,165 triliun menjadi Rp 75,533 triliun, dibanding tahun sebelumnya Rp 62,368 triliun. Porsi kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebesar 86,79 persen atau Rp 65,552 triliun.Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) naik 14,646 triliun atau 17,77 persen menjadi Rp 97,046 triliun, dibanding tahun 2004 yang sebesar Rp 82,4 triliun. DPK ini tersebar di giro 17,91 persen, tabungan 50,87 persen dan deposito 31,21 persen.Aset BRI juga naik 14,7 persen dari Rp 107,040 triliun di tahun 2004 menjadi Rp 122,776 triliun pada tahun 2005.BRI mencatat rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang memperhitungan risiko pasar sebesar 15,29 persen, yang turun dibanding tahun 2004 sebesar 16,19 persen.Sedangkan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) relatif stabil. NPL net tahun 2005 sebesar 1,92 persen dibanding tahun sebelumnya 1,93 persen. Sedangkan NPL gross 4,68 persen dibanding tahun 2004 sebesar 4,19 persen.Rasio dana terhadap kredit atau loan to deposit ratio (LDR) tahun 2005 hanya naik tipis menjadi 77,83 persen dibanding tahun sebelumnya 75,69 persen. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads