Laba Bersih Bank Danamon 2005 Terpangkas 16,8%

Laba Bersih Bank Danamon 2005 Terpangkas 16,8%

- detikFinance
Kamis, 09 Mar 2006 17:25 WIB
Jakarta - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mencatat penurunan laba bersih hingga 16,8 persen pada tahun 2005 menjadi Rp 2,003 triliun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp 2,408 triliun.Turunnya laba bersih ini juga membuat laba bersih per saham atau earning per share (EPS) sebesar 16,9 persen dari Rp 490,75 menjadi Rp 407,71 per saham.Penurunan ini karena berkurangnya pendapatan tidak rutin yang penghitungannya ikut dimasukkan dalam laba bersih. Pendapatan tidak rutin dari penjualan obligasi ini turun 40 persen atau Rp 500 miliar dibanding tahun sebelumnya.Namun jika penghitungan pendapatan tidak rutin dikeluarkan, maka laba bersih setelah pajak menjadi sebesar Rp 1,195 triliun, atau naik 7 persen dibanding 2004 yang sebesar Rp 1,113 triliun.Demikian diungkapkan oleh Direktur Keuangan Bank Danamon, Vera Eve Lim dalam jumpa pers kinerja 2005, di Hotel Marriot, kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (9/3/2006).Sementara pendapatan bunga bersih naik 14,6 persen dari Rp 4,018 triliun menjadi Rp 4,603 triliun. Begitupula dengan kredit yang tumbuh 22 persen menjadi Rp 35,995 triliun dari sebelumnya Rp 29,416 truiliun. Komposisi penyaluran kredit ini tersebar di UMKM sebesar 54 persen, konsumer 42 persen dan komersil 4 persen.Naiknya kredit juga membuat rasio dana terhadap kredit atau loan to deposit ratio (LDR) naik menjadi sebesar 80,8 persen, dibanding tahun 2004 sebesar 72,5 persen.Dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun tahun 2005 tumbuh 15,5 persen dari Rp 40,765 triliun menjadi Rp 47,089 triliun. Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross turun menjadi 2,6 persen dari sebelumnya 4 persen. Sedangkan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) turun menjadi 23,5 persen dibanding tahun 2004 sebesar 27 persen.Bank Danamon mencatat pertumbuhan aset tahun 2005 sebesar 15,3 persen menjadi Rp 67,803 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp 58,21 triliun. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads