Gokil! BSI Cetak Laba Bersih Rp 742 M di Kuartal I-2021

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 06 Mei 2021 18:30 WIB
Nasabah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menunggu antrean di kantor BSI Regional XI Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (5/4/2021). BSI memulai tahapan merger operasional untuk menyatukan sistem layanan guna mendorong pengembangan keuangan syariah yang ditargetkan selesai pada 1 November 2021. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/aww.
Foto: ANTARA/ARNAS PADDA
Jakarta -

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencetak laba bersih sebesar Rp 742 miliar pada kuartal I-2021. Angka itu meningkat 12,85% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020 yakni Rp 657 miliar.

Kenaikan kinerja perseroan selama kuartal I-2021 dilatarbelakangi oleh kenaikan pendapatan margin dan bagi hasil sampai kuartal I-2021 sebesar 5,16% secara year on year (yoy).

"Tentunya BSI juga dapat mencatat laba bersih sebesar Rp 742 miliar di kuartal I-2021 atau mengalami pertumbuhan sebesar 12,85% secara yoy. Alhamdulillah walaupun masih ada dampak dari COVID-19, kita sadar bahwa kuartal I-2021 ini memang masih terasa berat, walaupun di sisi lain pemerintah banyak sekali memberi stimulus agar pertumbuhan ekonomi itu meningkat," kata Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam konferensi pers virtual Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Kamis (6/5/2021).

BSI juga telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 159,07 triliun atau tumbuh 14,74% yoy. Komposisi pembiayaan terbesar disumbang oleh segmen konsumer sebesar Rp 71,6 triliun yakni sebesar 45% dari total pembiayaan. Kedua, dari segmen korporasi Rp 37,3 triliun (23,5%). Ketiga, dari segmen kecil dan menengah Rp 20,8 triliun (13,1%). Keempat, dari segmen mikro Rp 15 triliun (9,4%). Kelima, dari segmen komersial Rp 9,6 triliun (6,1%).

Adapun kualitas pembiayaan ditunjukkan dengan penurunan NPF gross dari 3,35% di kuartal I-2020, menjadi 3,09% di kuartal I-2021. Perseroan juga mencadangkan cash coverage sebesar 137,48% sampai kuartal I-2021.

Dari sisi Liabilitas, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sampai kuartal I-2021 mencapai Rp 205,5 triliun. Angka itu naik 14,3% dibandingkan periode sama 2020 sebesar Rp 179,8 triliun. Pertumbuhan tersebut didominasi oleh peningkatan Dana Murah (Giro dan Tabungan) sebesar 14,73%, sehingga meningkatkan rasio CASA dari 57,54% pada kuartal I-2020, menjadi 57,76% di kuartal I-2021.

Dengan demikian, perseroan mencatatkan total aset sebesar Rp 234,4 triliun, naik 12,65% secara yoy dibanding periode sama 2020 yakni sebesar Rp 208,1 triliun. BSI juga mencatat kenaikan rasio permodalan atau CAR menjadi 23,1% di kuartal I-2021.

Tonton juga Video: Jokowi ke Bank Syariah: Sambut Baik Nasabah Nonmuslim, Gaet Milenial

[Gambas:Video 20detik]



(vdl/dna)