Bank Sentral Jepang Tutup Kebijakan Moneter Super Longgar

Bank Sentral Jepang Tutup Kebijakan Moneter Super Longgar

- detikFinance
Jumat, 10 Mar 2006 10:57 WIB
Jakarta - Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BoJ) memutuskan untuk mengakhiri kebijakan moneter super longgar (ultra-loose monetary policy) yang diterapkan sejak Maret 2001.Keputusan mengakhiri deflasi panjang ini diambil dalam rapat selama dua hari pada 8-9 Maret. BOJ juga memberikan sinyal untuk menutup suku bunga 0 persen yang telah diterapkan dalam 5 tahun terakhir. BOJ memutuskan untuk kembali mengggunakan kebijakan inflasi konvensional dengan inflasi jangka panjang yang akan dijaga dibawah 2 persen.Sejumlah ekonom memperkirakan terjadinya perubahan ini akan diikuti dengan kenaikan suku bunga. Namun seperti dikutip Reuters, Jumat (10/3/2006), Gubernur BoJ Toshihiko Fukui mengatakan, pihaknya dalam jangka pendek akan tetap menjaga tingkat suku bunga nol persen.Fukui mengaku, belum bisa memastikan sampai seberapa lama kebijakan zero persen itu."Kita tidak dapat selamanya menggunakan suku bunga nol persen, tetapi kami hanya mengakhiri deflasi. Kami akan mengakomodasi kondisi moneter saat ini," katanya.BoJ menanggalkan kebijakan moneter super longgar, setelah melihat indeks harga konsumen Jepang pada Januari naik 0,5 persen, yang merupakan kenaikan tertinggi sejak Maret 1998.Kondisi ekonomi Jepang juga dinilai sudah membaik, terlihat dari ekspor dan investasi yang meningkat dan sejumlah perusahaan telah mencatat keuntungan.Sementara itu pemerintah Jepang yang semula menolak, akhirnya mengaku bisa memahami keputusan BoJ tersebut. Namun pemerintah berharap kebijakan tersebut dapat tetap mempertahankan suku bunga nol persen. BoJ mengaku akan tetap mempertahankan beberapa kebijakan bunga nol persen, seperti bunga unsecured overnight call dan berjanji akan tetap membeli obligasi pemerintah. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads