BI: Rupiah Masih Sangat Menarik

Bisa di Bawah 9.000/US$

BI: Rupiah Masih Sangat Menarik

- detikFinance
Jumat, 10 Mar 2006 14:13 WIB
Jakarta - Meski kini dalam posisi tertekan, namun Bank Indonesia (BI) tidak mengkhawatirkan rupiah. BI memandang aset dalam rupiah saat ini masih sangat menarik, mengingat besarnya interest differential.BI memperkirakan, rupiah masih bisa menguat hingga di bawah level 9.000 per dolar AS. Penguatan itu didasarkan pada fundamental ekonomi Indonesia mengarah pada perbaikan, termasuk tingkat inflasi yang cenderung turun."Saya optimistis rupiah masih ada ruang untuk menguat. Ya sekitar 9.000 atau di bawah itu, mengingat secara fundamental ekonomi kita kecenderungannya pada perbaikan," kata Deputi Gubernur BI Aslim Tadjudin di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (10/3/2006).Mengenai pelemahan rupiah beberapa hari terakhir, Aslim menjelaskan, itu terjadi akibat aksi profit taking. Namun profit taking merupakan hal yang biasa dari mekanisme pasar bebas yang dianut Indonesia."Kalau saya lihat profit taking kemarin ada dua, ada yang murni tapi ada yang shifting ke global bond. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari pelemahan rupiah," ujarnya.Menurut Aslim, pergerakan naik turun rupiah cukup wajar karena Indonesia menganut perekonomian bebas dan sistem cadangan devisa yang bebas."Memang yang kapital terutama yang short term, yang hot money bisa keluar masuk. Waktu dia masuk memberi penguatan ke rupiah. Tapi waktu dia keluar, dia memberi tekanan ke rupiah," urainya.Yang pasti, lanjut Aslim, BI harus menjaga volatilitas pergerakan rupiah agar tidak terlalu lebar dan tajam. "Saya tidak lihat ada kekhawatiran karena investasi dari aset rupiah ini masih sangat menarik. The highest asset among the Asian country. Suku bunga kita 12,75 persen, Fed 4,75 persen. Nah 8 persen interest differential itu sangat tinggi, ke mana cari yang seperti itu," tegasnya. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads