Dibeli CT, Bank Harda Ganti Nama Jadi Allo Bank

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 11 Mei 2021 10:22 WIB
bank harda
Foto: Dok. bankbhi.co.id
Jakarta -

PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI) sudah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 7 Mei 2021 lalu. Akan ada banyak perubahan dilakukan oleh bank swasta tersebut.

Bank yang baru saja dibeli pengusaha kondang Chairul Tanjung (CT) melalui kendaraan bisnisnya, Mega Corpora, ini sepakat menerbitkan saham baru melalui mekanisme rights issue alias Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Selain itu, emiten berkode BBHI itu juga merombak jajaran direksinya serta mengganti nama dan logo perusahaan.

Seperti dikutip dari riset CNBC Indonesia, Selasa (11/5/2021), pada mata acara ketujuh RUSPT, para pemegang saham menyetujui rencana pelaksanaan HMETD di mana Allo Bank siap menerbitkan saham baru sebanyak 7,5 miliar lembar dengan nominal Rp 100/lembar.

Sementara pada mata acara rapat kesembilan, perbankan yang akan dikembangkan menjadi bank digital ini siap berganti nama menjadi PT Allo Bank Indonesia Tbk sekaligus pada mata acara rapat kesepuluh dimana RUPST tersebut mengganti logo perusahaan. Kedua mata acara rapat ini disetujui sebanyak 99,99% total suara yang hadir di rapat.

Susunan pengurus perseroan juga disetujui untuk dirombak. Muncul wajah baru di jajaran direksi, seperti Ali Gunawan sebagai komisaris independen, dan Ronald Waas sebagai Komisaris Utama Independen.

Ronald Waas merupakan eks deputi gubernur Bank Indonesia periode 2011 hingga 2016. Waas juga saat ini sedang menjabat sebagai Komisaris Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) serta PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek.

Para pelaku pasar terpantau merespons positif keputusan RUPST ini yang ditunjukkan oleh kenaikan harga saham BBHI hari yang naik 1,17% ke level Rp 1.300/lembar.



Simak Video "Menkeu Wanti-wanti Kenaikan Kasus Covid-19, Pengaruhnya ke Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)