Ada GoTo, Bikin Panik Perbankan Nggak?

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 19 Mei 2021 15:51 WIB
GoTo
Foto: dok GoTo
Jakarta -

Gojek dan Tokopedia resmi merger dan menghasilkan holding company bernama GoTo. GoTo menyatukan layanan mobilitas, e-commerce, dan keuangan ke dalam satu ekosistem yang memenuhi kebutuhan pelanggan.

Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Panji Irawan menyambut baik kehadiran GoTo. Pihaknya tak merasa tersaingi dengan adanya GoTo.

"Dari sisi payment kalau persaingan sih rasanya sudah tidak ada karena antara banking dengan yang fintech kita sama-sama sudah melihat ada pangsa masing-masing," ujar Panji dalam Media Gathering Virtual Economic Outlook & Industri Kuartal II-2021, Rabu (19/5/2021).

Apalagi sambung Panji, keuntungan yang didapat dari sistem pembayaran sebenarnya sangat kecil. Perbankan biasanya lebih fokus mencari keuntungan dari lainnya.

"Sebenarnya di payment itu adalah kue yang paling kecil, kue yang paling yang fee-nya paling sedikit," katanya.

Perbankan di sisi lain, katanya, juga melakukan penyesuaian, salah satunya menjadi lebih digital. Kini, nasabah tidak perlu lagi repot-repot ke kantor cabang atau ke ATM untuk tarik atau transfer dana, semua bisa dilakukan melalui smartphone.

"Sekarang mobile banking Mandiri Livin' sudah lebih tinggi dibandingkan dengan ATM. Itu sudah fakta-fakta bahwasanya bank pun menyesuaikan diri khususnya dari sisi yang ritel sama dari sisi consumer banking," tuturnya.

Lebih lanjut, Panji menyebut perusahaan hasil merger itu baru menggarap dari segmen ritel dan konsumer. Sedangkan perbankan lebih unggul karena sudah memiliki bisnis di segmen commercial banking dan corporate banking yang memerlukan equity sangat besar dan masih didominasi oleh bank.

"Bukan berarti sangat percaya diri di situ tetapi tadi kalau dari sisi payment semua orang itu cuma uang numpang lewat sehingga kecil dan terjadi perang fee. Maka strategi bank tidak ke situ," imbuhnya.

"Bank akan melihatnya justru kalau buat yang consumer bagaimana caranya supaya dana di tabungan atau di kita itu lebih sticky, lebih lengket kepada bank dengan memberikan layanan yang lebih excellent," tambahnya.

(ara/ara)