Perbankan Tak Khawatir SUN Ritel
Senin, 13 Mar 2006 19:24 WIB
Jakarta - Perbankan tidak mengkhawatirkan terjadinya peralihan dana ke Surat Utang Negara (SUN) ritel yang akan dikeluarkan pemerintah asalkan jumlahnya terbatas. Selain itu, SUN ritel juga memiliki karakteristik yang berbeda dengan produk perbankan."Obligasi memiliki sifat yang berbeda. obligasi merupakan investasi jangka panjang dan bunganya cenderung fixed rate (tetap) berbeda dengan deposito yang jangka pendek," kata Direktur Utama Bank Central Asia (BCA) Setijoso dalam konferensi pers di kantornya, Senin (13/3/2006).Bahkan, menurutnya pemegang SUN ritel bisa juga menjadi target market bank. Bank bisa memberikan kredit cepat dengan jaminan SUN ritel tersebut."Dengan adanya SUN ritel justru bisa membuka pangsa pasar baru, bank bisa berikan pinjaman dengan jaminan obligasi. Setelah dicek, 1-2 hari kemudian pinjaman sudah bisa didapat pemegang obligasi yang membutuhkan uang cepat," jelas setijoso.Sementara itu, dalam kesempatan yang berbeda, Direktur Bursa Efek Surabaya Guntur Pasaribu juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya jumlah emisi SUN ritel yang tidak sebanding dengan dana pihak ketiga di perbankan tidak akan menyebabkan peralihan dana walaupun SUN ritel memiliki bunga lebih tinggi dibanding deposito."Untuk tahun 2006 saja emisi bersih SUN hanya 24,5 triliun dan tidak semuanya ritel. Jumlah ini jauh sekali dibanding dana pihak ketiga di bank. Orang memang akan berebut tapi jumlahnya terbatas," kata Guntur.Guntur menilai dengan adanya SUN ritel bank didorong untuk lebih mengoptimalkan fungsi intermediasinya. Selama ini bank cenderung tidak menjalankan fungsinya menyalurkan kredit, dana yang didapat dari masyarakat banyak disimpan dalam SUN dan SBI.
(qom/)











































