BI: Kami Tak Tahu Berapa Harus Menggaji Badan Supervisi
Selasa, 14 Mar 2006 18:32 WIB
Jakarta - Malang nian nasib Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI). Lembaga yang bertugas mengawasi BI itu ternyata hingga kini belum menerima gaji karena BI tak tahu berapa harus membayar gaji mereka."Betul, memang belum terima gaji karena kami tidak tahu berapa harus menggajinya. Alokasi anggaran memang sudah ada, itu berada di anggaran tahun 2006 ini. Meskipun kalau dilihat jumlahnya sangat belum mencukupi," kata Gubernur BI Burhanuddin Abdullah.Hal tersebut disampaikan Burhanuddin di depan Komisi XI DPR DI dalam raker di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (14/3/2006).Sebelumnya, anggota BSBI curhat ke Presiden SBY. Keluhannya pun sangat beragam mulai dari tidak digaji, minimnya akses ke BI hingga ruang kerja yang belum masih minim fasilitas. Padahal BSBI telah mulai bekerja sejak sembilan bulan yang lalu.Atas keluhan tersebut, Burhanuddin mengatakan bahwa BI kini telah menyediakan ruang kerja bagi anggota BSBI plus segala kelengkapannya mulai dari komputer, fax, internet, telpon, email dll. Burhanuddin juga mengungkapkan bahwa SK penugasan BSBI sudah dikeluarkan oleh presiden. "Cuma pelantikannya kami tidak tahu karena di dalam UU-nya, tidak ada kata harus dilantik dan siapa yang melantik kami juga tidak tahu," tambahnya. BI dan BSBI, imbuh Burhanuddin juga sudah beberapa kali bertemu untuk membahas mekanisme kerjanya yang selanjutnya akan disampaikan ke Komisi XI DPR RI untuk mendapat pengesahannya. "Sekarang BSBI sedang susun mekanisme kerja itu," imbuhnya.
(qom/)











































