bank bjb Catat Pertumbuhan Tabungan Tandamata 1,9 Juta NoA di 2020

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Kamis, 03 Jun 2021 16:26 WIB
Bank BJB (iklan)
Foto: Bank BJB
Jakarta -

Tagline Tandamata untuk Negeri milik PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bjb) dinilai telah mendorong bisnis perseroan melalui peningkatan jumlah number of account (NoA). Bahkan, pemakaian kata tandamata ini pun inline dengan produk unggulan bjb yang sudah dipatenkan hak atas kekayaan intelektualnya.

Menurut Direktur Konsumer & Ritel bjb Suartini, tagline yang diusung itu pun mempengaruhi produk dan layanan yang diberikan kepada masyarakat. Berdasarkan perkembangan produk tabungan konsumer pada 2019-2020, terdapat sejumlah jenis produk tabungan yang seluruhnya mencantumkan kata 'tandamata'.

"Dari semua varian itu, produk Tabungan Tandamata tercatat paling tinggi. Pada Desember 2020, produk itu memiliki volume Rp 12,5 triliun dari 1,9 juta number of account (NoA). Angka itu, tertinggi dari total produk tabungan yang memiliki volume Rp 22,3 triliun dari 4,9 juta NoA," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (3/6/2021).

Tak hanya jadi primadona, kata dia, Tabungan Tandamata juga menunjukkan peningkatan yang selalu tajam. Pasalnya, pada Desember 2019 produk Tabungan Tandamata itu tercatat memiliki volume Rp 14,4 triliun dengan 2,1 juta NoA.

"Melihat perkembangannya, pada grafik tren tabungan perorangan itu terus meningkat dari waktu ke waktu," tambahnya.

Suartini menuturkan perseroan memiliki basis nasabah yang relatif loyal dengan jumlah sangat besar. Mereka di antaranya, aparatur sipil negara (ASN), pensiunan, dan masyarakat lokal, terutama di wilayah Jabar-Banten.

Bahkan, kredit konsumer didominasi kredit guna bhakti (KGB) yang merupakan fasilitas kredit untuk debitur berpenghasilan tetap dengan tujuan penggunaan konsumtif multiguna yang diperuntukkan bagi ASN, pegawai BUMN/BUMD, pegawai lembaga negara atau instansi pemerintah non-PNS, anggota TNI/Polri, pegawai swasta atau yayasan, kepala dan wakil kepala daerah, anggota dewan, perangkat desa dan lain. Total kredit KGB sebesar 67,62% dari total kredit konsumer.

Secara umum, dia menyebutkan kinerja operasional dana pihak ketiga (DPK) konsumer untuk produk tabungan itu cenderung meningkat. Pada 2016, DPK produk tabungan itu tercatat sebesar Rp 16,8 triliun yang terus meningkat menjadi Rp 17,7 triliun (2017), Rp 17,9 triliun (2018), Rp 20,6 triliun (2019), dan Rp 20,3 triliun (2020).

Sebagai informasi, secara historis, pada 2008 silam bjb memiliki visi menjadi 10 Bank terbesar dan berkinerja baik di Indonesia. Sejak saat itu, perseroan mengusung tagline 'Tandamata untuk Negeri' dan kian dikukuhkan pada 2017.

Hingga kini bjb kini tetap mengusung tagline 'Tandamata untuk Negeri' dengan perubahan visi baru perseroan berdasarkan SK Direksi Nomor 0449/DIR-PST/2020 pada 9 Juli 20 yakni 'Menjadi Bank Pilihan Utama Anda'.

"Diharapkan, bjb menjadi bank utama yang dipilih masyarakat untuk keperluan bertransaksi perbankan maupun kebutuhan bisnis nasabah," pungkasnya.

(akd/hns)