Jumlah Tabungan Orang Kaya Naik 14% Jadi Rp 432,9 Triliun

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 14 Jun 2021 17:04 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat total simpanan bank umum tercatat Rp 669,79 per April 2021. Peningkatan ini terjadi di seluruh saldo simpanan. Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan tiering simpanan dengan saldo > Rp 5 miliar naik.

"Ini naik paling besar yaitu Rp 432,96 triliun tumbuh 14,68% year-on-year," kata dia dalam raker dengan komisi XI DPR, Senin (14/6/2021).

Dia menjelaskan aabila dibagi berdasarkan tier saldo simpanan, total simpanan ≤ Rp 2 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp 212,58 triliun tumbuh 7,89% yearon year, serta total simpanan dengan saldo > Rp 2 miliar juga mengalami kenaikan sebesar Rp 457,21 triliun tumbuh 13,02% yoy.

Per April 2021, total simpanan bank umum mengalami kenaikan sebesar Rp 669,79 triliun (+10,79%) yoy, yang didorong oleh kenaikan pada seluruh saldo simpanan.

Beberapa sektor korporasi seperti industri Otomotif, Perkayuan, Jasa Konstruksi, Tekstil, Properti, dan Telekomunikasi, mulai menggeser simpanannya dari Deposito ke Giro. Adanya pergeseran komposisi simpanan dalam bentuk giro ini menjadi salah satu indikator pemulihan ekonomi yang artinya, mereka siap untuk kembali melakukan ekspansi.

Ia juga mengungkapkan, 3 tahun terakhir data suku bunga simpanan terus menunjukkan penurunan. Penurunan suku bunga simpanan ini seiring dengan penurunan Tingkat Bunga Penjaminan LPS dan BI-7 Days Reverse Repo Rate.

Dengan tren penurunan biaya dana perbankan ini diharapkan dapat membantu untuk terus menekan tingkat bunga kredit sehingga dapat lebih mendorong intermediasi perbankan. Sejak awal tahun ini hingga Mei 2021, LPS telah memangkas Tingkat Bunga Penjaminan sebesar 50 bps, yang diikuti dengan penurunan rata-rata tingkat bunga Deposito 1 bulan dan 3 bulan sebesar 43 bps dan 44 bps.

"Dapat saya tarik suatu benang merah, bahwa pemulihan perekonomian nasional terus berlangsung dan menunjukkan perkembangan yang positif. Di sisi lain, stabilitas sistem keuangan tetap stabil dan terjaga dengan baik. Kita semua berharap bahwa pandemi ini dapat segera berlalu sehingga perekonomian dapat kembali pulih dan Indonesia dapat melanjutkan pembangunan demi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia," jelas dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2