Bank Mantap Targetkan Naik Kelas Jadi BUKU III

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 15 Jun 2021 07:05 WIB
Bank Mandiri Taspen membangun kantor baru yang bernama Gedung Graha Mantap. Gedung ini terletak di Jalan Proklamasi, Cikini, Jakarta Pusat.
Foto: dok. Bank Mantap
Jakarta -

Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) memindahkan kantor pusatnya ke Graha Mantap yang berlokasi di Jalan Proklamasi No.31 yang sebelumnya berlokasi di Jalan Cikini Raya No.42, Menteng Jakarta Pusat.

Menurut Direktur Utama Bank Mantap Elmamber P. Sinaga, pihaknya optimis keberadaan kantor pusat yang baru akan dapat meningkatkan motivasi perseroan dalam meningkatkan kinerja dan merealisasikan target bisnis, terutama di bidang pembiayaan pensiunan.

"Pascakinerja yang tumbuh positif pada triwulan I tahun ini, Bank Mantap menatap tahun ini dengan optimisme yang terukur dan berharap segera bisa masuk ke Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III. Semoga semua cita-cita positif kami bisa terealiasi dengan kepindahan kami ke Graha Mantap ini," kata Elmamber, Selasa (15/6/2021).

Memiliki aset sebesar Rp. 39,69 triliun, Bank Mantap berhasil membukukan kinerja yang solid pada Mei 2021 dengan total laba bersih Rp 261,9 miliar yang meningkat 34,2% dari periode yang sama dari tahun lalu. Perseroan pun berhasil menyalurkan kredit Rp. 28,59 triliun, tumbuh 27,5% year on year (yoy) dan mendongkrak dana pihak ketiga sebesar 28,5% menjadi Rp. 29,58 triliun.

"Gedung kantor pusat yang lebih besar dan strategis lokasinya akan meningkatkan efisiensi dan koordinasi internal. Bahkan kami percaya Graha Mantap akan mampu menampung kebutuhan SDM profesional yang dibutuhkan kantor pusat dalam 5 sampai 10 tahun ke depan," ujar Elmamber.

Sementara Darmawan Junaidi mengatakan, penggunaan salah satu aset Bank Mandiri oleh perusahaan anak merupakan bagian dari inisiatif strategis untuk meningkatkan nilai tambah perusahaan secara konsolidasi.

"Dengan inisiatif ini, kami berharap bisa mengoptimalkan salah satu aset produktif perseroan untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional perusahaan anak. Saat ini, kami terus mengkaji penerapan inisiatif serupa untuk aset-aset potensial lainnya," kata Darmawan.

Selanjutnya
Halaman
1 2