Perhatikan! Begini Cara Bank Raup Dana Murah dari Masyarakat

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 15 Jun 2021 16:44 WIB
BUMN percetakan uang, Perum Peruri dibanjiri pesanan cetak uang dari Bank Indonesia (BI). Pihak Peruri mengaku sangat kewalahan untuk memenuhi pesanan uang dari BI yang mencapai miliaran lembar. Seorang petugas tampak merapihkan tumpukan uang di cash center Bank Negara Indonesia Pusat, kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (21/10/2013). (FOTO: Rachman Haryanto/detikFoto)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Perbankan saat ini sedang berupaya membidik dana murah dari masyarakat. Salah satunya PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) yang mengincar perolehan dana murah.

Periode April 2021 dana pihak ketiga (DPK) BTN tercatat Rp 289,46 triliun tumbuh 41,07% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 205,18 triliun.

"Kontribusi dana murah dari perolehan DPK tersebut mencapai 40%. Karena memang kami fokus mengincar dana murah sejak tahun lalu," ujar Direktur Distribution & Ritel Funding BTN Jasmin dalam siaran pers, Selasa (15/6/2021).

Pertumbuhan DPK Bank BTN ini jauh melampaui pertumbuhan DPK industri perbankan. Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI), per April 2021 DPK perbankan meningkat 11,5% year on year (yoy) menjadi Rp6.558,0 triliun pada April 2021.

Jasmin menjelaskan, kenaikan DPK didorong oleh masih banyaknya masyarakat yang menahan belanja. Kondisi ini dimanfaatkan perbankan untuk mengincar dana murah para nasabah perorangan.

Menurut dia pertumbuhan DPK yang naik siginifikan tidak terlepas dari strategi BTN yang melakukan transformasi model operasional di kantor cabang yang lebih fokus untuk menjual produk dana murah dan kredit konsumer seperti BTN Solusi. Selain itu, Bank BTN juga mengincar menjadi bank operasional nasabah institusi atau kelembagaan untuk meningkatkan dana murah.

Lihat juga video 'Line Bank Sudah Hadir, Tawarkan Kartu Debit Karakter Imut':

[Gambas:Video 20detik]