Proyek Holding Ultra Mikro Masih Jalan, Begini Progresnya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 21 Jun 2021 19:30 WIB
Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar/nz
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Pembentukan holding ultra mikro masih terus berjalan. Progres saat ini menunggu tanda tangan dari para menteri untuk kemudian izinnya diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin (21/6/2021).

"Perkembangan izin holding BUMN ultra mikro, sekarang ini sudah hampir selesai, tinggal paraf dari para menteri dan nanti akan ditandatangani oleh Bapak Presiden," katanya.

Dia mengatakan, pembentukan holding ultra mikro ini tidak ada hambatan.

"Jadi tidak ada masalah, ini tinggal proses saja, mungkin 1-2 minggu ke depan," katanya.

Holding ultra mikro ini sendiri merupakan integrasi dari tiga BUMN yakni yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Saat ini, integrasi ekosistem ultra mikro tersebut sedang dalam proses persiapan, termasuk terkait Peraturan Pemerintah (PP). Kementerian BUMN memastikan proses pembentukan holding ultra mikro pada tahun ini berjalan lancar.

"Alhamdulillah, proses pembentukan holding ultra mikro sejauh ini sudah sangat baik. Ini hanya menunggu tanda tangan PP dari banyak kementerian," kata Menteri BUMN Erick Thohir dalam keterangan tertulis, Kamis (3/6/2021).

(acd/hns)