Ada Ancaman 'Jebolnya' Data, Bank Bisa Apa?

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 24 Jun 2021 06:40 WIB
Human hand on keyboard,isolated, selective focus, shallow depth of field, concept of work & technology.
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Risiko keamanan data menjadi hal yang harus diwaspadai di era digital. Ancaman-ancaman tersebut juga tak luput menyerang sistem saat bertransaksi.

"Kami menyadari semakin pesat perkembangan teknologi informasi saat ini membuat semakin tinggi pula ancaman risiko keamanan informasi yang akan terjadi khususnya di bidang transaksi yang bermedia internet," kata Direktur Utama Bank Sinarmas Frenky Tirtowijoyo, Kamis (24/6/2021).

Edukasi dibutuhkan agar data tetap aman di era teknologi yang semakin pesat. Diharapkan ancaman 'jebolnya' data bisa dimitigasi lebih cepat.

"Untuk itu Bank Sinarmas bersinergi bersama Politeknik Siber dan Sandi Negara memberikan edukasi mengenai keamanan siber di era perkembangan teknologi dan internet yang semakin pesat, dengan harapan kita semua dibekali dengan ilmu dan pengetahuan tentang teknologi keamanan siber," ujarnya.

Ada bahaya yang mengintai jika data bocor, misalnya dimanfaatkan untuk pinjaman online (pinjol), membuka rekening bodong, dan data semakin mudah diretas. Kejadian tersebut sudah beberapa kali terjadi dan memakan korban.

(ara/ara)