Volume Transaksi Agen BRILink Tahun 2021 Ditarget Capai Rp 1.000 T

Yudistira Perdana Imandiar - detikFinance
Jumat, 25 Jun 2021 11:47 WIB
agen brilink
Foto: BRI
Jakarta -

BRI memberdayakan agen BRILink untuk menyediakan layanan keuangan bagi masyarakat sampai daerah pelosok. Transaksi melalui BRILink tercatat meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2021 ini, volume transaksi agen BRILink ditarget mencapai Rp 1.000 triliun.

Direktur Utama BRI Sunarso menyampaikan agen BRILink adalah representasi perluasan BRI melalui jalinan kerja sama dengan nasabah. Nasabah BRI yang menjadi agen BRILink dapat melayani transaksi perbankan bagi masyarakat secara langsung dengan sistem daring. Konsep kerja sama ini menawarkan sharing fee kepada para Agen BRILink.

Sunarso menyebut agen BRILink benar-benar menggerakkan ekonomi masyarakat di tataran bawah, khususnya bagi nasabah yang menjadi agen. Saat ini, jumlah agen BRILink di seluruh penjuru negeri mencapai lebih dari 458 ribu seluruh Indonesia.

Nominal transaksi BRILink di tahun 2019 mencapi Rp 673 triliun. Di tahun berikutnya, kendati ekonomi dihadang pandemi, volume transaksi agen BRILink meningkat mencapai Rp 800 triliun.

Selain menjadi ujung tombak layanan kepada masyarakat, BRI yakin model bisnis ini terus mewujudkan sharing economy dan percepatan inklusi keuangan. Sunarso menyampaikan jika BRI saja mendapat fee sekitar Rp 1 triliun maka setidaknya fee yang dinikmati masyarakat diperkirakan mencapai tiga kali lipatnya.

"Dalam waktu 3 bulan sampai Maret 2021, volume transaksi lewat warung-warung itu (agen BRILink) mencapai Rp 250 triliun. Dan kami targetkan memang tahun ini bisa mencapai Rp 1.000 triliun. Volume transaksi lewat warung-warung agen BRILink tahun lalu mencapai Rp 800 triliun. Dan itu benar-benar menggerakan ekonomi di masyarakat terutama yang menjadi agen dan menjadi perwakilan cabang dari BRI," ulas Sunarso dalam keterangan tertulis, Jumat (25/6/2021).

Melihat peran besar dalam inklusi keuangan pihaknya memberi garansi pelayanan Agen BRILink akan terus berkembang dan berinovasi sesuai kebutuhan nasabah. Seperti diketahui, pemerintah saat ini tengah membentuk ekosistem Ultra Mikro (UMi) melalui BRI, Pegadaian dan PNM.

Sunarso menyampaikan pihaknya meyakini integrasi ekosistem tersebut akan turut mengoptimalkan jejaring agen BRILink dalam memperkuat peran masing-masing perusahaan pelat merah tersebut dalam menjaring pasar mikro dan ultra mikro di seluruh Indonesia. Salah satu sasarannya adalah memberikan kemudahan akses layanan keuangan dan permodalan.

Ia menyebut saat ini masih terdapat 65% dari 54 juta pelaku usaha yang belum terlayani Lembaga keuangan formal. Menurut Sunarso agen BRILink berperan penting sebagai bagian penting ekosistem keuangan mikro untuk mendongkrak inklusi keuangan bersinergi dengan Pegadaian, dan PNM.

Agen BRILink, lanjut Sunarso, terus meningkatkan perannya sebagai mitra pengembangan, dan juga akan menawarkan jasa layanan yang berada di luar produk perbankan. Agen BRILink pun akan berperan sebagai 'pelatih bisnis' bagi masyarakat serta pemantau dan memonetisasi agen baru.

Saat ini pelayanan yang disediakan agen BRILink meliputi pengambilan uang tunai, transfer uang, pembayaran tagihan, tarik tunai, setoran tunai, pembelian pulsa telepon seluler, angsuran pinjaman, layanan pembelian tiket ferry-penyeberangan, hingga layanan baru ultra micro payment yang merupakan sinergi bersama PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

(ncm/ara)