'Mendadak Kaya' karena Bank Salah Transfer Rp 18 M, Pria Ini Dipenjara

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 28 Jun 2021 13:04 WIB
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah akhirnya tembus ke level Rp 15.000. Ini adalah pertama kalinya dolar AS menyentuh level tersebut pada tahun ini.
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pria asal Rusia mendadak kaya dalam semalam karena mendapat transfer uang senilai 95,2 juta rubel atau US$ 1,3 juta setara Rp 18,7 miliar (kurs Rp 14.398). Namun, ternyata uang itu didapat karena kesalahan sistem perbankan.

Dikutip dari Russia Today, Senin (28/6/2021) pria bernama Roman Yurkov didakwa dengan hukuman penjara selama enam tahun setelah pengadilan memutuskan dia bersalah karena mengambil keuntungan dari kesalahan perbankan.

Menurut jaksa, Roman Yurkov telah membeli empat apartemen, iPhone baru, BMW, dan Mercedes dari uang tersebut. Hingga akhirnya Yurkov ditangkap pada bulan Desember.

Hukuman Yurkov dijatuhkan pada Jumat pekan lalu di pengadilan Tula atas tuduhan pencurian dari rekening bank yang dilakukan dalam skala besar. Uang yang tersisa 39 juta rubel atau US$ 540.000 di rekening Yurkov kini disita.

Namun, Yurkov mengatakan dia sama sekali tidak melakukan kesalahan. Yurkov bercerita kronologi masalah itu. Dia mengatakan terkejut saat terbangun pada pagi hari tanggal 1 Juli 2020 karena tiba-tiba mendapatkan transfer uang 95,2 juta rubel.

Awalnya, dia mengira itu adalah kemenangan dari bandar judi. Dia pun mengaku telah menelepon pihak bank untuk memastikan semuanya beres. Kemudian dia diberitahu oleh pihak bank bahwa sistem semuanya baik-baik saja.

Selama beberapa bulan berikutnya, dia mulai menghambur-hamburkan uang, membeli mobil dan apartemen. Di samping itu Yurkov mengaku terus menerus memastikan kepada pihak bank bahwa semua baik-baik saja, terutama pada rekeningnya. Yurkov pun mengaku terus mendapatkan informasi bahwa sistem bank baik-baik saja.

Tiba-tiba bulan November, akunnya ditutup. Satu bulan kemudian, Yurkov mengaku dipanggil ke bank untuk membahas hal tersebut. Namun, dia kemudian ditangkap.

Menurut pria itu, dia tidak melakukan kesalahan apa pun dan mengklaim bahwa dia sepenuhnya percaya itu adalah kesalahan dari bandar taruhan. Hingga saat ini, Yurkov masih dapat mengajukan banding atas keputusan tersebut, meskipun belum diketahui apakah dia berniat untuk melakukannya atau tidak.

(ara/ara)