Sejarah BNI, Bank Pertama Milik RI Berusia 75 Tahun

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 05 Jul 2021 14:16 WIB
Petugas menghitung uang setoran tunai di Kantor Cabang Pembantu Bank BNI, Jakarta Pusat, Rabu (8/8/2012). File/detikFoto
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI adalah bank pertama yang dimiliki Indonesia. Pada awalnya didirikan di Indonesia sebagai bank sentral berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (UU) Nomor 2 Tahun 1946 tanggal 5 Juli 1946.

Kemudian BNI bertransformasi berdasarkan UU Nomor 17 tahun 1968, dan ditetapkan menjadi Bank Negara Indonesia 1946. Statusnya pun menjadi Bank Umum Milik Negara. Demikian dikutip detikcom dari laman resmi BNI, Senin (5/7/2021).

BNI kala itu diberi mandat untuk memperbaiki ekonomi rakyat dan berpartisipasi dalam pembangunan nasional, dikukuhkan oleh UU Nomor 17 tahun 1968 tentang Bank Negara Indonesia 1946.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 1992, tanggal 29 April 1992, dilakukan penyesuaian bentuk hukum BNI menjadi Perusahaan Perseroan Terbatas (Persero). Penyesuaian tersebut dinyatakan dalam Akta Nomor 131, tanggal 31 Juli 1992, dibuat di hadapan Muhani Salim, S.H., yang telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 73 tanggal 11 September 1992 Tambahan Nomor 1A.

BNI kemudian mencatatkan diri sebagai Bank BUMN pertama yang menjadi perusahaan publik setelah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tahun 1996.

Dalam rangka memperkuat struktur keuangan dan daya saingnya di tengah industri perbankan nasional, BNI telah melakukan sejumlah aksi korporasi, antara lain proses rekapitalisasi oleh pemerintah di tahun 1999, divestasi saham pemerintah di tahun 2007, dan penawaran umum saham terbatas di tahun 2010.

Anggaran Dasar BNI telah dilakukan penyesuaian untuk memenuhi ketentuan UU Nomor 40 Tahun 2007 tanggal 16 Agustus 2007 tentang Perseroan Terbatas. Penyesuaian tersebut dinyatakan dalam Akta Nomor 46 tanggal 13 Juni 2008 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., notaris di Jakarta.

Perubahan terakhir Anggaran Dasar BNI dilakukan antara lain tentang penyusunan kembali seluruh Anggaran Dasar sesuai dengan Akta Nomor 35 tanggal 17 Maret 2015 Notaris Fathiah Helmi, S.H. telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, dengan surat keputusan Nomor AHU-AH.01.03-0776526 tanggal 14 April 2015.

Saat ini, 60% saham BNI dimiliki oleh pemerintah Indonesia, sedangkan 40% sisanya dimiliki oleh masyarakat, baik individu maupun institusi, domestik dan asing.

BNI kini tercatat sebagai bank nasional terbesar ke-4 di Indonesia, dilihat dari total aset, total kredit maupun total dana pihak ketiga. Dalam memberikan layanan finansial secara terpadu, BNI didukung oleh sejumlah perusahaan anak, yakni Bank BNI Syariah, BNI Multifinance, BNI Sekuritas, BNI Life Insurance, dan BNI Remittance.

BNI kini telah menapaki usia 75 tahun, dan menjadi tempat bagi puluhan juta orang yang mempercayakan simpanannya. Ada ratusan ribu orang (di luar kartu kredit) yang telah mendapatkan pembiayaan dari BNI untuk banyak tujuan dan cita-cita, dan terdapat hampir 800 ribu perusahaan yang mencatatkan rekeningnya di BNI.

Tidak hanya itu, terdapat 154.000 pemilik usaha kecil yang mendapatkan tambahan penghasilan karena bergabung menjadi BNI Agen46, kepanjangan tangan BNI dengan masyarakat yang memiliki keterbatasan akses ke outlet bank terdekat.

Simak video 'Bangsa yang Kuat untuk Berlari dan Melompat Lebih Tinggi':

[Gambas:Video 20detik]



(toy/fdl)