Imbas PPKM Darurat, KPR & KKB BCA Drop

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 22 Jul 2021 19:15 WIB
Logo Bank Central Asia (BCA) di Menara BCA, Bundaran HI, Jakarta.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan, PPKM Darurat yang diperpanjang mengakibatkan kegiatan bisnis terkoreksi salah satunya permintaan kredit dari KKB (Kredit Kendaraan Bermotor) dan KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

"Saya mendukung itu adanya PPKM Darurat yaitu kita melihat waktu itu kenaikan dari pada jumlah penderita COVID-19, kita bisa mengerti hal itu. Kita tidak juga bisa mengatakan bahwa tidak mengganggu bisnis, ada koreksi yang mendalam. Ada beberapa contoh yang bisa sampaikan, dari segi permintaan kredit itu langsung menurun," kata Jahja dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (22/7/2021).

Dia mengatakan, sebelum diberlakukan PPKM darurat, pengajuan kredit berkembang cukup positif. Contohnya seperti KKB pada kuartal pertama sampai kedua memiliki kenaikan yang signifikan hingga menyentuh angka Rp 2 triliun.

"Tetapi pada saat PPKM darurat kita juga harus mengakui angka Rp 2 triliun itu secara dramatis juga akan turun. Kita perkirakan pada bulan Juli ini sekitar Rp 1 triliun hingga Rp 1,2 triliun hasil KKB," ujarnya.

Sama halnya dengan pengajuan KPR, Jahja mengatakan, pada awal tahun pihaknya menerima 9.847 pengajuan aplikasi dengan total platform kredit sebesar Rp 14,8 triliun. Namun pada awal Juli turun drastis sampai 1.540 aplikasi dengan nilai Rp 2,2 triliun.

Angka tersebut didapat dari program presale yang diadakan BCA. Dalam 20 hari terakhir, angka penurunan pengajuan KPR hanya terkumpul 654 aplikasi dengan nilai sekitar Rp1 triliun.

"Jadi kalau kita lihat yang pada bulan lalu itu kita berhasil Rp 14-15 triliun, paling bulan ini sekitar Rp 3,5-4 triliun aplikasi yang masuk. Dan ini koreksi sehubungan situasi seperti ini, memang menyulitkan kita untuk melakukan suatu campaign bisnis," imbuhnya.

"Ini sebagai salah satu contoh yang konkrit. Bahwa kuartal ketiga ini tergantung pada massa dimana kita bisa mengendalikan COVID-19 sebelum situasi seperti ini mungkin apakah setelah September-Oktober kita harapkan pulih kembali," tandasnya.



Simak Video "Langkah Awal Memudahkan Urusan Perbankan dari Genggaman"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)