Bank Mandiri Cetak Laba Rp 12,5 T di Semester I, Naik 21%

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 29 Jul 2021 15:29 WIB
Logo Bank Mandiri
Foto: Rachman Haryanto

Di sisi lain, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) Gross Bank Mandiri terus membaik sebesar 3,08%, turun 21 bps dari periode yang sama tahun lalu. Capaian itu juga diikuti dengan inisiatif untuk terus membentuk coverage ratio di level yang konservatif di kisaran 221,87%, meningkat 26,35% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang merupakan program pemerintah untuk menyediakan akses pelaku UMKM pada pembiayaan, telah disalurkan KUR Rp 19,68 triliun pada akhir paruh pertama tahun ini atau 63,5% dari target 2021, dengan jumlah penerima lebih dari 200.000 debitur UMKM dengan kualitas yang terjaga baik.

Lalu pada program restrukturisasi kredit terdampak pandemi, Bank Mandiri telah memberikan persetujuan restrukturisasi debitur kepada lebih dari 548.000 debitur dengan nilai persetujuan Rp 126,5 triliun. Dari nilai tersebut, hingga Juni 2021, total baki debet restrukturisasi COVID-19 sebesar Rp 96,5 triliun, di mana 62% dari total debitur restrukturisasi merupakan pelaku usaha UMKM.

Selain itu, pencapaian ini tidak terlepas dari ekspansi perbankan digital yang dilakukan Bank Mandiri. Pengguna aplikasi Livin By Mandiri hingga Juni 2021 tercatat sebesar 7,8 juta nasabah dengan nilai transaksi finansial yang dibukukan mencapai sebesar Rp 728,9 triliun tumbuh 59% secara YoY pada periode Januari-Juni 2021.

Peningkatan tersebut salah satunya disebabkan oleh tren transaksi nasabah yang sudah mulai beralih menuju layanan Livin by Mandiri. Tercermin dari frekuensi transaksi nasabah melalui aplikasi Livin By Mandiri sepanjang Semester I 2021 yang mencapai 434,9 juta transaksi atau tumbuh 65% secara YoY.


(ara/ara)