Bank Mandiri Kucurkan Rp 2 T Kebut Layanan Digital

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 29 Jul 2021 19:24 WIB
Logo Bank Mandiri
Bank Mandiri/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 2 triliun untuk kebutuhan pengembangan platform digitalnya. Hal ini untuk meningkatkan layanan nasabah.

"Capex yang sudah kami budget-kan kira-kira Rp 2 triliun benar-benar untuk pengembangan digital banking kita, capability kita, dan infrastruktur untuk produk ritel dan wholesale," kata Direktur Teknologi Informasi Bank Mandiri Timothy Utama dalam konferensi pers virtual, Kamis (29/7/2021).

Timothy menjelaskan pihaknya telah membuat roadmap atau lima peta jalan untuk pengembangan teknologi digital itu. Pertama memastikan kesiapan digital yang sudah ada saat ini agar bisa meningkat dan menjadi unggulan sesuai dengan core banking system yang sesuai dengan proses bisnis.

Kedua, mulai beralih ke digital native product lewat aplikasi dan kemampuan digital dengan berkolaborasi dengan e-commerce melalui paylater. Ketiga, memperbarui channel yang sudah ada saat ini, salah satunya dengan meluncurkan superapp Livin' by Mandiri 2.0 jelang akhir tahun.

Keempat, memperluas ekosistem digital dari yang sudah ada saat ini. Kelima, menggunakan data sebagai sumber pengambilan keputusan ke depan dengan dan memanfaatkan artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan pelayanan nasabah.

Hingga Juni 2021, pengguna aplikasi layanan digital Livin' by Mandiri hingga Juni 2021 sebesar 7,8 juta nasabah dengan nilai transaksi finansial sebesar Rp 728,9 triliun. Nilai transaksi finansial pada 6 bulan tersebut tumbuh 59% secara year on year (YoY) pada periode Januari-Juni 2021.

Kemudian, tren kenaikan juga terjadi dalam hal frekuensi transaksi app sebanyak 284 juta transaksi di kuartal II-2021, melebihi frekuensi transaksi di ATM sebanyak 279 juta transaksi.

"Pengguna app Livin' by Mandiri sampai Juni 2021 7,8 juta tumbuh 45% yoy dengan nilai transaksi Rp 729 triliun atau tumbuh 59% yoy," kata Ahmad Siddik Badruddin, Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri dalam kesempatan yang sama.

(aid/ara)