Selangkah Lagi Holding Ultra Mikro Rampung

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 06 Agu 2021 10:54 WIB
Hasil Survei Aktivitas Bisnis UMKM pada kuartal IV-2020 mengindikasikan kegiatan usaha UMKM sedikit menurun dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
Foto: dok. BRI
Jakarta -

Proses pembentukan holding ultra mikro tinggal selangkah lagi. Satu langkah terakhir yang mesti dilalui dalam pembentukan holding ini ialah penandatanganan akta inbreng yang rencananya dilakukan September 2021 mendatang.

Demikian disampaikan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso dalam konferensi pers paparan kinerja, Jumat (6/8/2021).

"Nanti tinggal nunggu satu step lagi rencananya tanggal 13 September 2021 baru dilakukan penandatanganan akta inbreng. Inbreng apa? Inbrengnya sahamnya pemerintah di Pegadaian dan PNM diinbrengkan, dimasukkan menjadi penyertaan modal negara di BRI," katanya.

"Tinggal satu langkah lagi, tapi langkah lebar, karena dari 6 Agustus ke 13 September," katanya.

Pembentukan holding ini sendiri dilakukan dengan skema akuisisi, bukan merger. Sejumlah tahapan pun telah dilewati.

Sunarso memaparkan, usulan rights issue privatisasi dilakukan 17 November 2020. Kemudian, BRI mendapat persetujuan rights issue privatisasi pada 17 Februari 2021 dari Ketua Komite Privatisasi pada Kementerian BUMN. Lalu, rencana pembentukan holding ini mendapat dukungan dari DPR dan Komite Privatisasi.

"Kemudian itu nanti PP, dan PP-nya sudah terbit, Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2021 tentang penambahan modal negara BRI," ujarnya.

Pada 16 Juli 2021 keluar Keputusan Menteri Keuangan tentang nilai penyertaan modal negara BRI. BRI pun selanjutnya mendapat persetujuan rights issue dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

"Tanggal 26 Juli yang lalu kita sudah melakukan pendaftaran rights issue," katanya.

(acd/eds)