Uang Nasabah Jenius yang Dibobol Bisa Kembali?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 09 Agu 2021 17:15 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Akhir Juli lalu heboh uang nasabah Jenius BTPN hilang dari akun rekening. Saat itu nasabah ditelepon oleh orang yang mengaku sebagai pegawai Jenius, dia kehilangan uang hingga Rp 241,85 juta.

Korban ini juga telah melaporkan ke pihak kepolisian untuk tindakan lebih lanjut. Menanggapi hal tersebut Head of Digital Banking PT Bank BTPN Irwan Tisnabudi menjelaskan update kasus hilangnya uang ini.

Irwan menjelaskan pihak Jenius BTPN bersama korban sudah melaporkan ke pihak Kepolisian dan sedang dalam proses.

"Sedang diproses ke pihak kepolisian, sedang terus berupaya untuk memburu pelakunya," kata dia dalam acara Edukasi Keamanan Perbankan Digital, Senin (9/8/2021).

Ketika ditanyakan apakah dana yang hilang itu bisa kembali, Irwan menjelaskan jika proses keluarnya dana dari akun rekening ini sudah valid karena password dan OTP sudah sesuai.

"Sayangnya OTP dan data ini diberikan oleh nasabah sendiri. Sehingga nggak bisa kembalikan dana yang hilang. Dana tersebut sudah nggak ada di rekening korban ketika korban melapor ke BTPN. Proses (pencuriannya) sangat cepat dan tidak sadar ketika dia ditipu," imbuh dia.

Karena itu, Irwan mengingatkan kepada nasabah Jenius agar tidak membagikan informasi penting apapun kepada penelpon, sekalipun mengaku sebagai pihak Jenius. Kata dia, pihak internal Jenius pun tidak akan meminta kode OTP kepada nasabahnya.

(fdl/fdl)