BNI Targetkan NPL 8% 2006
Rabu, 29 Mar 2006 21:38 WIB
Jakarta - Tahun ini BNI menargetkan rasio kredit bermasalah (Non performing Loan/NPL) turun sampai 8 persen. Untuk mencapai target tersebut BNI akan melakukan menaikkan pinjaman sebesar Rp 6 triliun dan restrukturisasi kredit Rp 2 triliun serta hapus buku Rp 800 miliar. "Dengan langkah-langkah itu kita targetkan NPL akan turun dari 13,7 persen menjadi sekitar 8 persen," kata Direktur Treasury BNI Fero Poerbonegoro dalam konferensi pers paparan kinerja BNI 2005 dikantor BNI, Rabu (29/3/2006). Direktur Utama BNI Sigit Pramono juga mengatakan, penurunan NPL itu belum memperhitungkan rencana penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) untuk menyelesaikan kredit-kredit bermasalah di bank-bank pemerintah. Perpres tersebut juga melandasi pembentukan Special Purpose Vehicle (SPV) untuk penyelesaian kredit bermasalah. "Dengan keluarnya Perpres itu tentu kita akan lebih mudah melakukan restrukturisasi, karean disitu bisa dilakukan hair cut (pemotongan utang)," ujar Sigit. Namun, jika Perpres tersebut keluar, BNI lebih memilih menjual kredit bermasalahnya ke bank yang memiliki SPV ketimbang membentuk SPV sendiri. Hal karena kredit bermasalah di BNI nilainya tidak terlalu besar sehingga tidak ekonomis untuk membentuk SPV sendiri. Dalam kesempatan yang sama, Sigit juga menargetkan aset BNI tahun ini akan tumbuh 15 persen, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 9 persen, kredit tumbuh 18 persen. Pertumbuhan kredit yang ditargetkan dua kali lipat untuk mengimbangi pertumbuhan DPK tahun 2005 yang lebih cepat dari pada kredit. Selain itu, rasio kecukupan modal (CAR) juga ditargetkan tumbuh 15 persen. Hal ini diharapkan setelah penerbitan sub debt sebesar US$ 200-300 juta terealisir tahun ini. Penerbitan sub debt itu tidak bisa dilakukan tahun lalu karena terganjal kondisi pasar yang tidak memungkinkan. "Sub debt tetap tunggu ijin dari BI, tapi tetap lihat kondisi pasar. Tapi untuk meningkatkan modal, BNI tidak punya pilihan lain selain menerbitkan sub debt secara rutin," kata Sigit.
(wiq/)











































