ADVERTISEMENT

Selangkah Lagi, QRIS Made In RI Bisa Dipakai di Thailand

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 17 Agu 2021 16:45 WIB
Scan QRIS
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) dan Bank of Thailand (BOT) bekerja sama untuk pembayaran lintas batas antara Indonesia dan Thailand.

Dengan ini maka pembeli dan pedagang di kedua negara bisa melakukan dan menerima pembayaran menggunakan QR lintas batas instan untuk barang dan jasa.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan koneksi ini merupakan yang pertama menghubungkan operator sistem pembayaran ritel di kedua negara. Dia menyebutkan hal ini juga merupakan inisiatif untuk konektivitas pembayaran ASEAN yang bertujuan untuk mempromosikan integrasi keuangan di kawasan.

Peluncuran hari ini merupakan fase percontohan dan bertujuan untuk memastikan kelancaran interkoneksi dan membuka jalan bagi pelanggan, pedagang dan operator untuk peluncuran komersial penuh tahun depan.

"Pada tahap ini, pengguna dari Indonesia sekarang dapat menggunakan aplikasi pembayaran seluler mereka untuk memindai Kode QR Thailand1 untuk melakukan pembayaran ke merchant di seluruh Thailand," ujar Perry dalam acara peluncuran secara virtual, Rabu (17/8/2021).

Kemudian pengguna dari Thailand kini dapat menggunakan aplikasi pembayaran seluler2 untuk memindai QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) 3 untuk membayar barang dan jasa di merchant di Indonesia dan juga menggunakan layanan ini untuk transaksi e-commerce lintas batas mereka.

Menurut dia layanan ini akan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan Thailand yang melakukan transaksi lintas batas, seperti wisatawan. Setelah perjalanan internasional dilanjutkan, pariwisata akan menjadi sektor utama yang akan sangat diuntungkan dari layanan ini karena banyaknya arus wisatawan antara kedua negara.

Deputi Gubernur BI, Sugeng mengungkapkan fase komersial penuh akan diluncurkan pada kuartal pertama tahun 2022. Dalam fase ini akan lebih banyak bank atau lembaga non bank yang berpartisipasi diharapkan untuk bergabung.

Ke depan layanan akan diperluas agar pengguna di kedua negara bisa melakukan transfer dana secara real time dengan mudah hanya menggunakan nomor ponsel.

Sugeng mengatakan inisiatif ini merupakan milestone dari Cetak Biru Sistem Pembayaran Indonesia 2025, khususnya di pembayaran ritel. Ini menghubungkan pembayaran lintas batas melalui interkoneksi kode QR nasional kedua negara. Salah satu aspek yang menarik dari proyek ini adalah penggunaan kuotasi langsung dari nilai tukar mata uang lokal yang disediakan oleh bank-bank Dealer Cross Currency yang Ditunjuk (ACCD) di bawah Kerangka Penyelesaian Mata Uang Lokal (LCS) untuk meningkatkan efisiensi transaksi, sehingga menurunkan biaya transaksi.

Hasil signifikan yang diharapkan dari proyek pembayaran lintas batas pertama ini tidak hanya untuk memfasilitasi transaksi di sektor pariwisata tetapi juga untuk membantu UKM di kawasan wisata. "Proyek ini juga akan meningkatkan inklusi keuangan, ekonomi digital inklusif, dan transaksi e-commerce. Percontohan ini, yang disebut BI sebagai "sandbox", sedang menuju perluasan lebih lanjut pembayaran lintas batas di wilayah tersebut," jelasnya.

Deputi Gubernur BOT Ronadol Numnonda mengungkapkan pentingnya konektivitas sistem pembayaran lintas batas di ASEAN. Dia meyakini QR lintas batas ini akan menjadi alternatif pembayaran ritel yang aman, efisien dan hemat biaya.

"Layanan ini akan membantu bisnis e-commerce selama masa-masa sulit ini dan meletakkan dasar bagi dimulainya kembali arus pariwisata dan bisnis. Lebih penting lagi, hubungan pembayaran lintas batas kami dengan negara terbesar ASEAN akan menjadi katalis utama lainnya dalam mengubah cara warga ASEAN melakukan pembayaran di luar negeri, sehingga berkontribusi pada kemakmuran ekonomi regional dan digitalisasi," jelas dia.

Proyek ini terselenggara berkat kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dari kedua negara di bawah pengawasan bersama BI dan BOT. Ini termasuk Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Asosiasi Bankir Thailand, 13 penyedia QRIS, RAJA (Rintis, Artajasa, Jalin, dan Alto) - empat operator switching dari Indonesia, National ITMX (NITMX) - operator sistem pembayaran dari Thailand, serta bank ACCD, termasuk Bank Central Asia (BCA), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dari Indonesia, dan Bangkok Bank (BBL), Bank Ayudhya (Krungsri), dan CIMB Thai Bank (CIMBT) dari Thailand.



Simak Video "BI: Kripto Bukan Alat Pembayaran Sah, Lembaga Keuangan Dilarang Pakai!"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT