Gubernur BI: Rupiah Menguat, Eksportir Harus Efisien
Selasa, 04 Apr 2006 11:44 WIB
Jakarta - Menguatnya nilai tukar rupiah akhir-akhir ini bakal mengganggu kinerja para eksportir. Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah pun menyarankan agar eksportir meningkatkan efisiensinya."Tapi saya melihat yang paling penting untuk eksportir adalah mereka dapat meningkatkan produktifitas dan daya saing. Oleh karena itu efisiensi harus ditingkatkan karena nilai tukar hanya salah satu faktor yang harus diperhitungkan oleh eksportir," ujar Burhanuddin. Hal tersebut disampaikan Burhanuddin disela-sela seminar yang diselenggarakan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (4/4/2006).Meski demikian, Burhanuddin mengaku sejauh ini belum ada laporan ke BI tentang terganggunya kinerja eksportir akibat menguatnya rupiah.Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan hari ini sempat menyentuh level 8.995 per dolar AS, yang merupakan tertinggi dalam 16 bulan terakhir. Namun dolar cepat rebound dan kini berada di kisaran 9.005 per dolar AS."Rupiah kan tembus hanya beberapa menit saja. Tapi yang harus dilihat bahwa rupiah itu bisa di sekitar Rp 9.000 (per dolar AS). Dan itu cukup stabil selama ini. Itu saya kira stabil sekali dan bagus sekali untuk perekonomian," tegas Burhanuddin.
(qom/)











































