Rupiah Kembali Unjuk Gigi

Rupiah Kembali Unjuk Gigi

- detikFinance
Rabu, 05 Apr 2006 09:57 WIB
Jakarta - Keperkasaan rupiah belum akan tertumbangkan. Setelah menembus batas keramat Rp 9.000 per dolar AS, penguatan rupiah pun kian tak terbendung.Pada awal perdagangan Rabu (5/4/2006), rupiah dibuka pada level 8.975/8.985 per dolar AS. Namun rupiah terus melaju dan kini bertengger pada 8.980 per dolar AS.Sementara pada perdagangan kemarin, rupiah ditutup pada level 8.995 per dolar AS setelah beberapa kali berputar-putar di level keramat Rp 9.000 per dolar AS.Capital inflow masih menjadi penopang utama penguatan rupiah. Dana-dana terutama dari asing terus masuk ke pasar-pasar obligasi dan saham. Ditambah lagi Bank Indonesia (BI) akan menggelar lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) pada hari ini.Investor terutama asing yang kini tengah giat mengincar pasar Asia semakin mantap masuk ke Indonesia setelah Gubernur BI Burhanuddin Abdullah memberi sinyal belum akan mengubah kebijakan tight bias dan mempertahankan BI rate pada level 12,75%.Sikap hati-hati otoritas moneter itu direspons cukup baik oleh pasar. Pasalnya, meski inflasi Maret sudah membaik, namun sejumlah faktor baik internal maupun eksternal seperti kenaikan bunga Fed masih perlu diperhitungkan. Di pasar global, dolar AS kembali terperosok hingga level terendahnya dalam dua bulan terhadap euro. Para pialang mulai memperhitungkan potensi kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa. Hal itu akan menyebabkan perbedaan suku bunga kian sempit.Tercatat euro menguat ke 1,2256 dolar ke 1,2139 dolar. Sementara dolar juga melemah terhadap yen ke level 117,53 yen, dari sebelumnya di 117.65 yen. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads