Neraca Pembayaran Membaik
Cadangan Devisa RI Catat Rekor
Rabu, 05 Apr 2006 18:02 WIB
Jakarta - Cadangan devisa Indonesia menembus angka US$ 41,1 miliar, yang merupakan level tertinggi dalam sejarah. Menggelembungnya pundi-pundi pemerintah Indonesia ini dipicu oleh membaiknya kinerje neraca pembayaran selama triwulan I-2006. Membaiknya kinerja neraca pembayaran pada triwulan I-2006 tercermin pada lebih tingginya surplus baik dari neraca transaksi berjalan maupun dari neraca modal dan finansial. Dengan perkembangan tersebut, cadangan devisa menjadi US$ 41,1 miliar, atau setara 4,5 bulan kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Sementara data yang dikutip dari situs BI menyebutkan cadangan Indonesia pada akhir Maret 2006 sebesar US$ 40,488 miliar"Cadangan devisa US$ 41,1 miliar merupakan cadangan devisa tertinggi selama sejarah Indonesia," ujar Gubernur BI Burhanuddin Abdullah dalam konferensi pers di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (5/4/2006).Namun demikian, Burhanuddin mengingatkan bahwa peningkatan surplus neraca pembayaran Indonesia tetap perlu diwaspadai. Hal ini mengingat surplus neraca transaksi berjalan lebih disebabkan oleh melambatnya impor non migas khususnya impor bahan baku yang digunakan untuk mendukung ekspor. "Sehingga dikhawatirkan dapat menurunkan kinerja ekspor di periode selanjutnya," tambahnya.Untuk struktur neraca modal dan finansial masih didominasi oleh aliran modal jangka pendek yang cenderung sensitif terhadap sentimen sehingga berisiko terjadinya pembalikan. Burhanuddin menambahkan, surplus neraca pembayaran mendukung penguatan rupiah pada triwulan I-2006. Nilai tukar rupiah menguat secara signifikan disertai dengan meningkatnya volatilitas yang mencapai rata-rata sebesar Rp 9.299 per dolar AS, atau terapresiasi 6,9 persen dibanding triwulan IV-2005. "Apresiasi rupiah bersumber dari derasnya aliran modal masuk portofolio internasional ke pasar finansial domestik, serta menurunnya permintaan valas akibat melambatnya kegiatan ekonomi dalam negeri," tandas Burhanuddin.
(qom/)











































