Rupiah Mulai Menahan Diri
Kamis, 06 Apr 2006 10:03 WIB
Jakarta -
Setelah melesat hingga mencapai level puncak, nilai tukar rupiah akan berjalan perlahan-lahan. Meski demikian, nilai tukar rupiah masih berpotensi untuk kembali menembus level 9.000 per dolar AS.Pada awal perdagangan Kamis (6/4/2006), rupiah dibuka stabil pada level 9.005/9.015 per dolar AS. Sementara pada perdagangan kemarin, rupiah akhirnya kalah oleh profit taking dan ditutup kembali ke level 9.015 per dolar AS.Sejumlah sentimen positif masih hadir di pasar seperti angka cadangan devisa yang mencatat rekor tertinggi sebesar US$ 41,1 miliar. Besarnya cadangan devisa itu menambah optimisme pasar bahwa perekonomian Indonesia telah berjalan pada arah yang benar. Keputusan BI untuk tetap mempertahankan BI rate pada level 12,75 persen juga disambut positif oleh pelaku pasar. Capital inflow pun diyakini masih akan terus mengalir.Berdasarkan catatan BI, rupiah menguat secara signifikan hingga 6,9 persen menjadi rata-rata Rp 9.299 per dolar AS selama triwulan IV-2005. Di pasar global, dolar kembali melemah terhadap euro setelah munculnya ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan menaikkan suku bunga lebih agresif dibandingkan dengan Bank Sentral AS. Tercatat euro sempat menguat hingga 1,23 dolar, sebelum akhirnya kembali ke 1,2289 dolar yang merupakan level tertinggi sejak 25 Januari. Sementara dolar juga melemah pada 117,38 yen, dibandingkan sebelumnya di 117,53 yen.
(qom/)










































