Eksportir Baru Cemas Kalau Dolar Capai Rp 8.000

Eksportir Baru Cemas Kalau Dolar Capai Rp 8.000

- detikFinance
Kamis, 06 Apr 2006 11:54 WIB
Jakarta - Meski rupiah mencapai level 8.900-an per dolar AS, namun kalangan eksportir masih nyantai. Katanya, mereka baru khawatir kalau dolar sudah menyentuh Rp 8.000."Sebenarnya di level Rp 8.000 per dolar AS belum mengalami kerugian, tapi untungnya kecil sekali. Saat ini (dolar AS) masih di sekitar Rp 9.000. Itu masih relevan. Eksportir maupun importir menghadapinya masih biasa saja," ujar Ketua Umum Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI) Amiruddin Saud dalam konferensi pers di Hotel Nikko, Jakarta, Kamis (6/4/2006).Amiruddin menegaskan, pihaknya tidak akan meminta pemerintah mematok kurs atau fixed rate dan memilih menyerahkan pergerakan rupiah ke pasar. Namun demikian, ia mengimbau agar pemerintah dan masyarakat menjaga keamanan bersama agar rupiah tidak bergejolak.Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah dan Menko Perekonomian Boediono sebelumnya meminta agar para eksportir meningkatkan efisiensinya terkait penguatan rupiah yang menembus level tertingginya dalam 16 bulan terakhir.Permintaan itu pun ditanggapi secara dingin oleh GPEI. Menurut Amiruddin, sejauh ini para pengusaha sudah memaksimalkan efisiensi internal. Dan yang harus melakukan efisiensi, lanjut dia, harusnya adalah pemerintah melalui perbaikan jalan."Selama ini masalah ketidakefisienan justru masalah jalan dan pungli yang mengambil porsi 32 persen dari biaya produksi. Kalau masalah itu bisa dihilangkan, ya alhamdulillah," tegas Amiruddin.Amiruddin menegaskan, pemerintah memang sudah semestinya memperbaiki jalan, mengingat para pengusaha sudah menyetor pajak sebanyak 15-30 persen dari keuntungan. "Dan kalau jalan bisa diperbaiki, maka pengeluaran bisa dipangkas," tambahnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads