Koin Jadul Harganya Selangit, Siapa yang Mau Beli?

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 13 Sep 2021 14:32 WIB
Seorang pria di Madiun mengumpulkan beragam uang kuno. Ada beragam jenis uang kertas dan uang logam yang jumlahnya lebih dari 3 ribuan lembar dan keping uang.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/SISWOWIDODO
Jakarta -

Secara berkala, pemerintah biasanya terus memperbarui cetakan mata uang rupiah yang beredar di Indonesia. Bentuknya ada uang koin hingga kertas.

Biasanya, nilai uang yang tertera sesuai dengan yang tercetak di mediumnya. Misalnya ditulis Rp 1.000 berarti nilainya ya Rp 1.000, begitu juga dengan Rp 2.000, Rp 10.000 dan seterusnya.

Namun ada beberapa uang yang nilainya jauh lebih tinggi dari tulisan yang tertera. Bahkan nilainya setara harga mobil atau DP rumah. Kok bisa?

Ternyata uang tersebut merupakan uang rupiah jaman dulu alias uang jadul yang dibanderol hingga ratusan juta rupiah. Hal itu dapat ditemui di jaringan toko online (e-commerce).

Tentu saja harga jualnya tak sepadan dengan nilai asli uang yang dijual. Misalnya saja di salah satu toko online, dengan membayar Rp 150 juta maka Anda hanya mendapatkan uang logam Rp 1.000 bergambar kelapa sawit.

Mungkin yang membuatnya mahal karena uang tersebut sudah sulit didapatkan alias langka sehingga menjadi incaran kolektor.

Bicara laku atau tidak, ada yang mau membeli atau enggan, berdasarkan penelusuran di berbagai pelapak, koin Rp 1.000 kelapa sawit yang dihargai di atas Rp 100 juta belum ada yang terjual.

Lagipula buat apa merogoh kocek sampai ratusan juta rupiah sedangkan ada pelapak yang menjual koin Rp 1.000 bergambar kelapa sawit di harga Rp 2.500-Rp 3.599. Di lapak yang menjual di harga tersebut sudah mencatat penjualan hingga lebih dari 10 ribu. Namun detikcom tak mengetahui keaslian uang yang dijual.

Ada juga uang kertas Rp 1, Rp 5, dan Rp 10 yang dijual di Rp 30 juta. Namun terpantau belum ada satupun yang terjual.

Banyak juga uang kertas lama yang dijual di harga Rp 100 juta, salah satunya uang kertas Rp 500 bergambar orang utan. Lagi-lagi belum ada catatan terjual di berbagai lapak yang menjualnya.

Namun masih ada pelapak menjual uang kuno dengan harga yang tidak sadis dan masih dianggap wajar karena terlihat barangnya cukup banyak terjual.

(eds/eds)