BNI Dukung BI Implementasikan LCS untuk Dukung Bisnis Internasional

Yudistira Imandiar - detikFinance
Kamis, 07 Okt 2021 09:52 WIB
BNI Dukung BI Implementasikan LCS untuk Dukung Bisnis Internasional
Foto: Dok. BNI
Jakarta -

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mendukung Bank Indonesia dalam memperkenalkan skema transaksi Local Currency Settlement (LCS). Skema ini memberikan sejumlah manfaat bagi pebisnis yang terbiasa bertransaksi multicurrency.

Hal itu disampaikan Senior Executive Vice President Treasuri BNI Ita Tetralastwati dalam Webinar LCS Implementation & Benefits for Entrepreneurs yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) di Jakarta, Rabu (6/10). Webinar LCS ini mengangkat tema terkait LCS CNY (Chinese Yuan) yang baru diluncurkan oleh BI melalui Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADPP No 23/16/PADG/2021) pada 6 September 2021. Kini skema LCS sudah dapat digunakan untuk mengakomodir transaksi antara mata uang Rupiah, Malaysia Ringgit, Thailand Baht, Japanese Yen, dan Chinese Yuan.

LCS merupakan penyelesaian transaksi bilateral antara Indonesia dengan Negara Mitra LCS yang dilakukan dalam mata uang masing-masing negara. Program ini bertujuan untuk meningkatkan penggunaan mata uang lokal dan mengurangi dominasi dollar AS (USD) pada perdagangan internasional.

Menurut Ita, dengan menggunakan LCS, pelaku usaha akan sangat diuntungkan karena akan mengurangi risiko nilai tukar, dan mengurangi ketergantungan pada satu mata uang di saat melakukan perdagangan internasional. Selain itu, manfaat lain yang dapat dirasakan adalah efisiensi biaya melalui mekanisme direct quotation yang memungkinkan pelaku usaha tidak perlu melakukan konversi terlebih dahulu terhadap USD.

"BNI berkomitmen untuk ikut serta dalam menjaga stabilitas nilai rupiah dengan memberikan dukungan terhadap sosialisasi skema transaksi LCS BI. Tujuannya, agar produk tersebut lebih banyak dimanfaatkan para pelaku usaha, di antaranya adalah pengusaha yang menjadi nasabah BNI," ujar Ita dalam keterangan tertulis, Kamis (7/10/2021).

Ia menambahkan dengan 2.340 cabang BNI yang tersebar di seluruh Indonesia serta 6 cabang luar negeri, BNI siap melayani nasabah yang membutuhkan transaksi LCS. Ita menyampaikan BNI menawarkan berbagai kemudahan, seperti bundling produk terkait ekspor, impor, dan remitansi yang dapat dinikmati ketika menggunakan skema LCS.

Dengan kondisi perdagangan Internasional yang akan semakin berkembang, Ita memandang skema LCS akan semakin dibutuhkan. Untuk itu, BNI memberikan solusi terbaik untuk kebutuhan valas nasabah dengan mengakomodir produk treasury solutions dan kurs yang kompetitif untuk dapat menunjang perkembangan bisnis nasabah BNI dari waktu ke waktu.

(akd/hns)